Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Resmikan Monumen Titik Nol Kilometer & Letusan Gunung Krakatau

Dermaga DestinasiJumat, 6 Januari 2017
IMG-20170106-WA0054

IMG-20170106-WA0051

BANTEN (BeritaTrans.com) – Di areal enara Suar Cikoneng, Banten, Jumat (6/1/2017), diresmikan dua monumen bagian dari sejarah Indonesia.

Direktur Kenavigasian Bambang Wiyanto yang mewakili Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono meresmikan Monumen Titik Nol Kilometer dan Monumen Letusan Gunung Krakatau.

“Pembangunan kedua monumen tersebut dimaksudkan untuk membangun momentum mengingat kembali perjalanan sejarah pembangunan jalan Anyer – Panarukan (sepanjang pulau luar jawa) oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Deandles, dimana titik nol atau titik awal dimulainya pembangunan jalan dimulai pada titik prasasti serta mengenang peristiwa meletusnya Gunung Krakatau,” jelas Bambang.

Dari sejarahnya, terbentuknya jalan raya Anyer sampai Panarukan menurut Bambang, diawali pada masa penjajahan Belanda dimana pada tahun 1809 sampai dengan tahun 1810.

Gubernur Jenderal Belanda Daendles membuat megaproyek pembangunan jalan raya yang menghubungkan seluruh pantai utara jawa. Tenaga kerja proyek ambisius itu dengann mengerahkan begitu banyak rakyat pribumi.

Bambang mengatakan, pembangunan proyek jalan Anyer sampai Panarukan tersebut telah menelan banyak korban jiwa, rakyat yang dipekerjakan pada saat itu tidak memperoleh upah alias melaksanakan kerja paksa atau rodi. Keadaan para pekerja sangat mengenaskan, banyak yang mati kelelahan dan kemudian tidak dikuburkan dengan semestinya.

IMG-20170106-WA0053

“Namun saat ini hasil pembangunannya menjadi sangat penting bagi transportasi Indonesia dan membawa keuntungan bagi bangsa,” tutur Bambang.(omy)