Angkasa Pura 2

Pakai Bahan Bakar Minyak Goreng, Pesawat SAS Terbang Dari Stockholm Ke Kopenhagen

KokpitSabtu, 7 Januari 2017
images (8)

SROCKHOLM (BeritaTrans.com) – Swedia mulai ujicoba perdana terbangkan pesawat berbahan bakar campuran “bio fuel” dari minyak nabati. Dengan komposisi 50 persen campuran, pesawat terbang diklaim lebih rendah emisinya dan ramah lingkungan.

Pesawat terbang milik maskapai SAS di bandara Arlanda, Stockholm diujicoba perdana terbang dengan bahan bakar campuran “bio fuel”. Tangki pesawat kini diisi dua macam bahan bakar.

Mula-mula diisi bahan bakar konvensional avtur, lalu ditambahkan bahan bakar ekologis atau “bio fuel” dari minyak nabati alias minyak goreng.

Dengan ujicoba ini, Swedia ingin membuat terobosan dalam perlindungan lingkungan dan perlindungan iklim dari sektor penerbangan. Lars Andersen Resare manajer keberlanjutan maskapai SAS mengatakan: “Kami melakukan berbagai langkah dan tidakan nyata dalam beberapa tahun belakangan, untuk menggunakan lebih banyak bahan bakar terbarukan”.

Penerbangan perdana dengan campuran bahan bakar ekologis diklaim merupakan langkah terobosan. “Kami bangga dengan aksi yang bertujuan melindungi lingkungan ini”, ujar Resare.

Seusai uji penerbangan perdana dengan bahan bakar campuran yang mengangkut penumpang dari bandara Arlanda di Stockholm menuju bandara Kopenhagen di Denmark dan kembali ke Arlanda, perwira navigasi SAS, David Gylling menyatakan, ada perbedaan besar dalam soal emisi. “Saat ini masih sulit mengukurnya, tapi saya yakin ada penurunan emisi signifikan”, ujar Gylling.

TETAP AMAN
Tentu saja muncul pertanyaan dari para penumpang pesawat, apakar bahan bakar pesawat dengan campuran minyak goreng itu aman? Monitoring oleh Swedavia menunjukkan, bahan bakar campuran avtur-bio fuel, dengan komposisi separuh-separuh tidak mempengaruhi faktor keamanan penerbangan. (lia/sumber dw.com).