Angkasa Pura 2

Puskepi: Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Seharusnya Tak Pengaruhi Harga Sembako

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorSabtu, 7 Januari 2017
Truk-angkutan-Barang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai 5 Januari 2017 merupakan aksi korporasi PT Pertamina murni. Harga solar dan premium tidak naik, dan angkutan umum serta masyarakat kebanyakan bisa mendapatkan BBM seperti biasa.

“Implikasinya, kenaikan harga BBM Non subsidi ini seharusnya tidak berpengaruh terhadap harga bahan kebutuhan pokok (sembako) serta harga barang dan jasa lainnya,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria kepada Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (7/1/2017).

Harga BBM subsidi yang banyak digunakan kendaraan umum baik angkutan barang atau penumpang masih tetap. “Mereka bisa mendapatkan solar dan premium tetap dengan harga normal,” jelas Sofyano.

“Harga BBM premium Rp6.450/ liter (non jamali) dan harga Rp6.550/ liter di luar wilayah Jakarta, Madura dan Bali (jamali). Sementara, harga solar bersubsidi Rp.5.150/liter,” papar Sofyano.

Disamping naiknya harga minyak dunia, tambah Puskepi, harga BBM non subsidi/keekonomian, juga terpengaruh dengan kurs US dollar.

“Sementara harga sembako serta barang dan jasa di Indonesia tak ada komponen US dolarnya. Apalagi, harha BBM subsidi tidak berubah seperti biasanya,” tandas Sofyano.

Pedagang sembako

Hanya BBM Non Subsidi

Menurut Puskepi, kenaikan harga BBM non subsidi hanya untuk jenis Pertamax, Turbo, Pertalite, Dex , Dexlite yang dijual Pertamina atau badan usaha lain.

“Kenaikan harga BBM itu disebabkan naiknya harga minyak dunia sejak bulan lalu. Rata-rata harga minyak mentah bulan lalu masih UD$ 44-47 /barel,” urai Puskepi.

“Saat ini, harga minyaj mentah dunia sudah naik menjadi US$52-55 / barel. Implikasinya, tentu harga produk BBM non subsisi akan naik pula,” kilah Sofyano.

Kenaikan harga jual BBM keekonomian (Non Subsidi) ini, menurut Sofyano, juga terjadi di seluruh dunia. “Kecuali pada negara-negara yang memang masih mensubsidi BBM-nya (ini sama seperti di Indonesia),” terang Sofyano.(helmi)