Angkasa Pura 2

ESDM: Badan Usaha Boleh Menaikkan Harga BBM Nonsubsidi Sesuai Aturan

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorMinggu, 8 Januari 2017
Kementerian ESDM

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kenaikan harga yang diumumkan Pertamina hanya untuk BBM jenis umum yang selama ini tidak disubsidi oleh Pemerintah. Penetapan harganya pun ada di tangan Pertamina. Sementara, harga BBM khusus yang disubsidi seperti Premium dan Solar tidak naik harganya.

Dan Pertamina mulai 5 Januari 2017 telah menaikan harga Rp300 untuk harga BBM jenis Pertamax Series, Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertalite. Selama ini. ketiha kenis BBM itu sudah dijual bebas di masyarakat dan tidak disubsidi Pemerintah atau sesuai harga keekonomiannya.

Ketentuan itu, sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Batas kenaikan harganya tidak boleh kurang dari 5 persen dan tidak boleh lebih dari 10 persen.

“Sepanjang frame-nya sesuai aturan itu, maka sah kalau suatu badan usaha menetapkan harga (baru),” kata Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Susyanto dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, kenaikan harga Pertamax Series, Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertalite tidak terlepas dari naiknya harga minyak dunia pada akhir 2016 lalu.

Sementara itu, untuk jenis BBM tertentu, yakni minyak tanah dan solar, pemerintah memastikan harganya tidak naik. Jenis BBM ini merupakan jenis BBM yang masih disubsidi pemerintah.

Kondisi serupa juga terjadi untuk jenis BBM penugasan yang tidak disubsidi Pemerintah, tetapi lantaran didistribusikan di luar Jawa, Madura, Bali (Jamali), maka penentuan harganya tetap ada campur tangan pemerintah.(helmi/trib)