Angkasa Pura 2

Bersama Amirullah, 5 Taruna Lainnya Juga Dianiaya

Aksi Polisi SDMRabu, 11 Januari 2017
stip

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pihak kepolisian menyatakan, enam taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang dianiaya oleh para seniornya terjadi saat ‘tradisi’ menurunkan keterampilan alat musik tam-tam, bagian dari drum band.

Pada saat itu, enam taruna tingkat 1 yang dipanggil menghadap justru malah dianiaya lima seniornya dari tingkat 2.

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, enam taruna tingkat I, termasuk Amirullah, dipanggil oleh empat pelaku untuk berkumpul di lantai 2 kamar M-205 gedung dormitory ring 4.

“Satu persatu taruna tingkat I tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati,” kata Argo.

Amirullah yang juga dipukuli secara bergiliran akhirnya jatuh tak sadarkan diri ketika pelaku berinisial WH memukuli sambil meneriaki Amirullah dengan ucapan “Sama-sama anak Priok!”.

amirulloh

Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Awal Chairudin, mengatakan, kegiatan menurunkan keterampilan alat musik menjadi ‘tradisi’ di STIP.

Sayangnya, bukan kepandaian yang diturunkan, tapi kekerasan yang didapat para korban.

“Seharusnya taruna junior itu dipanggil, dibuat pandai dia menggunakan alat tam-tam tadi, bukan dianiaya secara bergiliran,” kata Awal, di Mapolres Metro Jakarta Utara, di Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Penganiayaan senior STIP ini berakhir dengan tewasnya Amirullah Adityas Putra. Dia roboh usai menerima pukulan bertubi-tubi di bagian perut, dada dan ulu hati. (omy/sumber dan foto: tribunnews).