Angkasa Pura 2

Koperasi TKBM Priok Harapkan Upah Handling Petikemas Dengan Sistem Borongan

DermagaRabu, 11 Januari 2017
20161124_123309-2-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok mengharapkan upah buruh yang menangani petikemas tahun 2017 di Pelabuhan Tanjung Priok (kecuali di terminal konvensional) menggunakan sistem upah borongan.

Sekretaris Koperasi TKBM Tanjung Priok, Suparmin Rabu (11/1/2017) mengatakan sampai saat ini dua terminal petikemas siap melaksanakan upah borong yaitu Terminal Petikemas New Priok Container Terminal Satu (NPCT 1) dan Terminal Petikemas Koja.

Sementara untuk terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) masih dalam tahap perundingan, kata Suparmin kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans.

Menurut Suparmin, dengan upah sistem borongan baik buruh mau pun terminal petikemas sama sama mendapat keuntungan.

Dengan upah sistem borongan pendapatan buruh menjadi lebih baik. Sementara pekerjaan terminal petikemas menjadi lebih mudah karena tidak perlu lagi repot ngurusi operasional buruh.

Menjawab pertanyaan Suparmin mengatakan upah buruh yang menangani petikemas di TPK Koja disepakati Rp23.500/boks atau lebih besar dibanding upah di NPCT 1 Rp23.000/boks.

Ditanya upah buruh 2017 untuk terminal konvensional? Suparmin mengatakan sedang dibahas dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Wilayah DKI Jakarta.

“Kita mengusulkan Rp190.097/hari menyesuaikan dengan kenaikan upah minimum provinsi DKI Jakarta Tahun 2017. Tapi itu baru usul Koperasi TKBM belum menjadi putusan, ” kata Suparmin. (wilam)