Angkasa Pura 2

Dukung Penerbangan Komersial Di Selatan Jawa, AirNav Genjot Peralatan Komunikasi Di Bandara Abdul Rachman Saleh

BandaraKamis, 12 Januari 2017
125373117

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia akan meningkatkan peralatan komunikasi navigasi di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur guna mendukung penerbangan komersial di selatan Jawa.

Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPIJ) AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan adanya kebutuhan peningkatan sarana komunikasi itu mengacu dari hasil evaluasi percobaan penerbangan komersial di selatan Jawa.

“Dari evaluasi kemarin, sarana komunikasi di daerah Malang ternyata perlu ditambah atau extended communication range. Ini agar komunikasi lebih baik karena yang menangani nantinya dari Makassar,” katanya di Jakarta, Rabu (11 Januari 2017).

Pada percobaan penerbangan sipil (trial) pertama, lanjut Wisnu, AirNav menggandeng maskapai Garuda Indonesia. Pada saat itu juga, Garuda Indonesia melakukan percobaan penerbangan di enam rute berbeda.

Enam rute tersebut antara lain Jakarta-Denpasar, Jakarta-Lombok Praya, Jakarta-Kupang, Yogyakarta-Denpasar, Yogyakarta-Lombok Praya dan Yogyakarta-Kupang. Dari percobaan tersebut, terlihat ada efisiensi jarak yang cukup signifikan.

“Saya belum melihat, apakah airlines nantinya akan lebih memilih lewat utara atau selatan. Yang pasti, optimum level-nya itu bisa terpenuhi, meski memang terdapat rute yang jaraknya bertambah panjang sedikit,” tuturnya.

Selain kebutuhan sarana komunikasi, Wisnu mengungkapkan pihaknya juga menemukan kendala lainnya untuk dapat diselesaikan, misalnya dari sisi cuaca dan standar prosedur untuk pendaratan darurat.

Dia menjamin sejumlah kendala yang timbul tersebut akan diselesaikan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, AirNav dan para pemangku kepentingan lainnya akan menggelar percobaan penerbangan kedua pada Januari-Februari 2017.

“Di atas kertas, sebenarnya kita bisa melakukan. Namun, dan ada hal-hal yang baru kelihatan ketika kegiatan dilakukan. Setelah seluruh laporan masuk, dan SOP [standard operating procedure] disiapkan, kami akan uji ulang lagi,” ujarnya.

Menurut Wisnu, layanan penerbangan komersial di selatan Jawa harus segera dijalankan mengingat telah ada instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Dia memperkirakan keputusan sudah akan diambil pada Februari-Maret 2017.

Di sisi lain, pengoperasian jalur selatan Jawa juga sudah mendapatkan kesepakatan dari TNI Angkatan Udara. Penerbangan komersial di selatan Jawa nantinya tidak boleh mengganggu kegiatan militer.

“Jadi dibuka tidaknya jalur ini berkaitan dengan kepentingan dua pihak. Ketika militer sedang latihan, kami tidak akan buka jalur selatan. Kalau libur, baru kami gunakan. Jadi, tidak ada yang namanya menggusur,” katanya.

Sekadar informasi, waktu penggunaan jalur penerbangan di selatan Jawa disepakati mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Kendati demikian, kesepakatan penggunaan jalur selatan Jawa itu belum resmi.

NATUNA
Sebelumnya Aienav menyatakan siap memenuhi seluruh kebutuhan peralatan dan fasilitas navigasi pada 2018 untuk mengelola ruang udara di Kepulauan Natuna.

“Saat ini, kami mulai meningkatkan kualitas layanan navigasi di Bandara Ranai Natuna untuk menjadi terminal control area, sehingga diharapkan pada 2018, fasilitas kami itu sudah firm untuk menangani Pulau Natuna,” kata Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPIJ) AirNav Indonesia Wisnu Darjono