Angkasa Pura 2

KAI Commuter Jabodetabek Untung Rp207 Miliar Tahun 2016

EmplasemenKamis, 12 Januari 2017
2017-01-12 08.36.00

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) membukukan laba Rp 207 miliar sepanjang 2016.

Menurut Direktur Keuangan dan Administrasi KCJ Ari Mulyono Madyo kontribusi terbesar laba berasal dari retribusi penumpang dengan porsi 90 persen.

“Penumpang paling banyak rute Jakarta Kota-Bogor,” kata Ari Mulyono, Rabu 22 Januari 2017.

Ari memastikan, tahun ini tidak akan ada kenaikan tarif KRL. Alasannya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan dana kewajiban pelayanan publik (PSO) terbesar untuk penumpang angkutan kereta rel listrik (KRL) Rp 1,3 triliun dari total Rp 2,1 triliun untuk PSO kereta api sepanjang 2017.

Namun, Ari menambahkan, tidak tertutup kemungkinan akan mengajukan kembali kepada pemerintah apabila kebutuhan anggaran masih dinilai kurang. “Ya, harus ditambah kalau enggak kami kenakan tiket normal. Kami yakin pemerintah akan menambah.”

Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhila menjelaskan, besaran PSO sesuai dengan jumlah penumpang yang diangkut. “Kami punya tarif operator, tapi pemerintah meminta kami untuk menetapkan tarif sesuai PSO,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono menegaskan tidak akan ada penambahan untuk PSO KA 2017. Alasannya angka itu sudah sesuai dengan perhitungan dan usulan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang lebih besar 15 persen dari tahun lalu, yaitu Rp 1,8 triliun.

Prasetyo mengatakan, kenaikan 15 persen berdasarkan sejumlah pertimbangan, yaitu penambahan kereta perintis dan penambahan kapasitas untuk kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek yang saat ini sudah mencapai 900 ribu penumpang per hari. “Terhitung Senin sampai Jumat penumpang KRL sudah mencapai 900 ribu per hari dari 800 ribu per hari dan akan bertahap menjadi 1,2 juta penumpang di 2019,” kata Prasetyo.

Prasetyo menilai alokasi terbesar dari PSO tersebut yaitu untuk KRL Jabodetabek senilai Rp 1,3 triliun karena penggunaannya untuk sehari-hari. Rincian alokasi PSO, di antaranya untuk KA Jarak Jauh Rp 135 miliar, KA Jarak Sedang Rp 130 miliar dan KA Lebaran Rp 4,5 miliar.
Untuk KA jarak dekat Rp 379 miliar, KRD Rp 94 miliar dan KRL Rp 1,3 triliun.

Prasetyo mengatakan besaran PSO tersebut dianggarkan sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada 30 Desember 2016 dan sudah ditandatangi oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Buditjahjono dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro. (antara).