Angkasa Pura 2

KAI Sumut Genjot Angkutan Logistik

EmplasemenKamis, 12 Januari 2017
images

MEDAN (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatra Utara akan lebih fokus terhadap ekspansi operasional kereta angkutan barang untuk mendongkrak pendapatan sepanjang tahun ini.

Selain menambah pelanggan baru, KAI Sumut juga akan mengintensifkan kerja sama dengan pelanggan lama.

Manajer Humas KAI Divre I Sumut Joni Martinus menyebutkan, saat ini kontribusi pendapatan dari kereta angkutan barang berasal dari pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) dan crude palm oil (CPO).

“Setelah kami melakukan evaluasi terhadap kinerja pada tahun lalu, memang yang paling memungkinkan untuk menambah pendapatan, ya melalui barang. Sebelumnya, kami sudah melakukan kerja sama pengangkutan peti kemas dengan Unilever di KEK Sei Mangkei, dan tembakau PT Sumatera Trading Tobacco Company,” papar Joni, Rabu (11 Januari 2017).

Lebih lanjut, pada bulan ini pula, KAI Sumut berencana meresmikan tambahan kerja sama angkutan barang untuk CPO PT Musim Mas. Rutenya Rantau Parapat ke Pelabuhan Belawan.

Saat ini masih dalam tahap negosiasi harga. Untuk mendukung ekspansi tersebut, KAI Sumut juga telah meminta tambahan lokomotif seri CC201.

“Lokomotif akan datang ke Sumut pada 7 Februari 2017. Bisa untuk barang dan penumpang. Tapi kalau kami terus menambah kerja sama, tentu perlu tambahan armada,” tambah Joni.

Dia merinci, realisasi pendapatan dari kereta angkutan barang untuk BBM sepanjang tahun lalu melampaui target yakni 120%. Sementara itu, untuk angkutan CPO 93%, lateks 34%, dan BHP (Barang Hantaran Parsel) 94%. Adapun, target kontribusi pendapatan dari kereta barang Rp90,23 miliar.

Untuk kereta barang pengangkut CPO, KAI melayani PTPN III, PTPN IV, SMART dan WAP. Untuk lateks yakni Bakrie SP.

Selain mengandalkan kereta barang, KAI Sumut juga akan meningkatkan pelayanan kereta penumpang. Joni menyebutkan, telah mengusulkan penambahan empat gerbong kereta ekonomi untuk tahun ini.

“Kami berkaca dari peningkatan penumpang pada periode libur Natal dan Tahun Baru. Paling banyak diminati kereta ekonomi. Saat ini kami punya kereta ekonomi 22 gerbong, eksekutif tujuh gerbong dan bisnis 23 gerbong. Pendapatan dari kereta penumpang pada tahun lalu realisasinya, untuk kelas eksekutif 108%, bisnis 101% dan ekonomi 88%.”

Berdasarkan data KAI Sumut, pada periode Natal dan Tahun Baru yakni pada 23 Desember 2016 sampai dengan 8 Januari 2017, kenaikan jumlah penumpang mencapai 32% atau 223.685 orang dari periode yang sama pada 2015 170.011 orang

“Kami juga akan merenovasi beberapa stasiun. Untuk penambahan fasilitas, kami meminta masukan dari penumpang, misalnya untuk ruang ibu menyusui,” kata Joni. (della/sumber bisnis.com).

Foto tribunnews