Angkasa Pura 2

Kemeriahan Menhub Budi Karya Di PIP Semarang, Mulai Salaman, Selfie Hingga Tindakan Tegas

SDMKamis, 12 Januari 2017
IMG-20170112-WA0117

SEMARANG (Beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi terus mengefektifkankomunikasi dan persahabatan dengan sema pihak. Dalam setiap event yang dihadiri Menhub dan taruna, selalu dilakukan dialog, bahkan foto bersama taruna. Itukah gaya Menhub Budi Karya dengan penuh kebapakan menyapa tarunanya.

Usai memberikan arahan kepada dosen, dan taruna di PIP Semarang, Kamis (12/1/2017) , Menhub Budi Karya menyalami seluruh dosen dan instruktur PIP Semarang yang ikut apel siang itu. Acara tersebut dilanjutkan memberikan selamat dan berdialog dengan taruna yang didampingi Direktur PIP Semaran Capt. Wisnu Handoko, M.Sc dan jajaran pimpinan kampus pelaut di Kota Atlas itu.

Ratusan taruna muda, madya dan dewasa yang ikut apel terutama di barisan depan ditemui dan diajak bersalaman langsung oleh Menhub Budi Karya. Sambil menyebutkan namanya, Menhub meminta mereka belajar keras dan rajin serta taat aturan. “Jangan berbuat di luar kepantasan apalagi melanggar hukum pidana. Itu perbuatan konyol dan justru akan merendahkan martabat kalian sebagai taruna,” pesan Menhub.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub Budi Karya dan Direktur PIP Semarang Capt. Wisnu Handoko dan staf berfoto bersama taruna. Saat itu, Menhub justru memanggl salah satu taruni untuk maju dan mengambil foto bersama (selfie) di Plaza PIP Semarang.

Seolah tak mau meninggalkan kesemaan emas berfoto bersama Menhub dan impinan PIP Semarang, taruna dari berbagai angkatan tampak antusias dan memanfaatkan momentum foto bersama Menhub Budi Karya Sumadi tersebut. Saat Menhub berteriak, semangat ! Dengan semangat dan tangan mengepal, secara serentak mereka menjawab “Siap.”

IMG-20170112-WA0118o

Jangan Loyo, Tapi Tak Boleh Lakukan Kekerasan

Saat bertemu taruna itulah, Menhub banyak bertanya mengenai nama serta asal asul mereka. Dialog singkat dan hangat terjadi antara Menub Budi Karya dengan ratusan taruna di tengah terik matahari yang kian panas.

Bukan hanya itu, Menhub juga meminta taruan bersikap kesatria, menjawab dengan tegas dan keras. Saat Menhub Bertanya, Sholeh, Anda darima mana? Dengan cepat, diawab taruna itu ari Solo, api dengan na lembek dan kurang bergairah.

“Jangan loyo, jawab dengan tegas. Tapi, buka berarti kalian boleh melakukan kekerasan termasuk dengan junior anda di kampus,” cetus Menhub.

Penyataan seperti itu terus disampaikan berulang kali kepada para taruna muda dan madya d Kampus PIP Semarang. “Kalain harus tegas. Tapi bukan kekerasan, apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan, itu melanggar aturan,” papar Menhub.

Menhub Budi Karya menandaskan, “Sudah saatnya kita meninggalan kekeasan dan ara-cara lama dalam pendidikan kita. Tidak boleh melakukan tindakan kekerasan di kampus ini (PIP Semarang) dan juga kampus transportasi lainnya,” terang Menhub

“Kalian taruna pelaut adalah orang-orang hebat, berprestasi dan bisa menjadi harapan masa depan bangsa ini. Jangan nodai dan biarkan mereka (taruna pelaku kekerasan) ada dan terus berbuat sesukanya di kampus ini,” pinta Menhub Budi Karya.

IMG-20170112-WA0119

Perketat Pengawasan Taruna

Menhub Budi Karya juga meminta jajaran BPSDM Perhubungan untuk memperketat pengawasan pada taruna, agar aksi kekerasan tidak kembali terjadi. “Kampus PIP Semarang adalah tempat untuk mendidik calon pewira pelaut yang profesional. Jangan jadikan kampus ini tempatnya para preman dan menjadi ajang melakukan tindak kekerasan,” seru Menhub.

Menhub Budi Karya menambahkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap semua bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum terhadap taruna (STIP Jakarta-red) yang diduga mlakukan kekerasan yang mengakibatkan juironya meninggal dunia.

“Hukum harus ditegakkan. Untuk mendidik dan menanamkan disiplin dan semangat kerja keras, tidak harus dengan tindakan kekerasan. Itu (kekerasan) tidak benar dan melanggar hukum,” terang Menhub lagi.

Sekali lagi, menurut Menhub Budi Karya, pihaknya tidak akan berbuat latah dan serta merta memecat taruna dan atau pejabat yang salah. “Tapi, hukum harus ditegakkan. Jika ada indikasi berbuat salah, maka harus diusut. Jika terbukti salah, diberikan sanksi. Semua sudah diatur dengan jelas dan itu yang akan dilaksanakan
secara konsekuen,” tegas Menhub.(helmi)

loading...