Angkasa Pura 2

Terindikasi Konsumsi Narkoba, 2 Pilot Susi Air Diperiksa BNN

Bandara KokpitKamis, 12 Januari 2017
IMG-20161212-WA0036

JAKARTA (BeritaTrans.com) -Kementerian Perhubungan (Kemhub) kembali mengambil langkah tegas dengan melarang terbang dua pilot Susi Air, karena terindikasi mengonsumsi narkoba, sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

Kedua pilot, Bas Hellings dan David Eloy saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, di Cawang, Jakarta Timur.

“Dua pilot Susi Air yang kedapatan mengonsumsi narkoba merupakan warga negara asing (WNA). Satu berinisial BH warga Belanda dan DA berasal dari Brasil,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Arman, dari hasil pemeriksaan BNN Kabupaten Cilacap, kedua pilot Susi Air itu terindikasi memakai narkoba jenis morfin. Namun demikian, untuk memeroleh hasil yang komprehensif mereka harus menjalani pemeriksaan uji laboratorium di BNN Pusat.

“Kita akan melakukan pemeriksaan mendalam lewat sampel urine, rambut dan darah,” jelasnya.

Sebelumnya, Otoritas Penerbangan Bandar Udara (Otban) Wilayah 3 di Bandara Tunggul Wulung melarang dua pilot Susi Air untuk menerbangkan pesawat jenis Cessna Caravan dengan tujuan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan petugas BNNK dan Inspektur Otban, kemarin pagi pada pukul 10.00 WIB, keduanya terindikasi positif menggunakan narkoba.

Saat itu, dua pilot Bas Hellings dan David Eloy baru saja selesai terbang dari Bandara Nusa Wiru dan berencana melanjutkan perjalanannya dengan tujuan Bandara Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua pilot tersebut diputuskan tidak diperbolehkan menerbangkan kembali pesawat milik Susi Air dan selanjutnya, pada pukul 15.08 WIB, bersama petugas dari BNNK Cilacap diterbangkan menuju Jakarta untuk kemudian dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif di kantor BNN Pusat.

Kabag Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agoes Soebagio mengatakan, tindakan tegas Otban dan BNN dengan melarang terbang pilot terindikasi narkoba, bagian komitmen peningkatkan kerjasama guna menangkap hal-hal yang membahayakan penerbangan.

“Pemeriksaan pilot dan kru pesawat menjadi fokus kerjasama tersebut untuk penguatan keselamatan penerbangan dan pemberantasan narkoba di bidang transportasi secara umum,” ungkap Agoes.

Kerjasama tersebut disebutkan Agoes, akan dilaksanakan secara terus menerus sejalan dengan arahan dan instruksi Menteri Perhubungan terkait pemberantasan Narkoba di bidang perhubungan. (omy)