Angkasa Pura 2

Capt. Arifin: STIP Jakarta Pecat 4 Taruna Pelaku Kekerasan dan 1 Orang Dinonaktifkan

SDMJumat, 13 Januari 2017
Arifin Kapus

JAKARTA (Beritatrans.com) – Plt Ketua STIP Arifin Soenardjo menyatakan, pihaknya telah mengadakan rapat untuk memastikan masa depan pelaku penganiayaan di STIP. Hal itu ia sampaikan di Gedung STIP, Jl Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (12/1/2017).
ç
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut kasus tewasnya taruna tingkat I jurusan nautika STIP Amirullah Adityas Putra yang diduga akibat dianiaya seniirnya. Sebanyak 4 orang taruna dipecat yang diduga melakukan penganiayaan. Sedangkan satu pelaku lain dinonaktifkan dari STIP.

“Tadi jam 09.00 WIB kami sidang untuk dewan kehormatan taruna, 4 orang dikeluarkan dari taruna. Seorang lagi yang terakhir dinonaktifkan karena dia belum terbukti mukul, tapi dia ikut mempengaruhi,” ucap Arifin.

Menindaklanjuti masalah ini, pihak STIP akan mengevaluasi pengawas dan instruktur internal STIP. Cara itu ditempuh untuk mengetahui letak kelemahan pengawasan di STIP.

“Sudah dibangun rapi, kenapa sampai kecolongan? Ini yang akan kami perbaiki. Kemarin pak Weku, pak ketua, sudah dinonaktifkan. Biar lebih mudah penyelidikan. Kami juga masih menunggu dari pihak kepolisian tentang BAP,” kata dia.

Arifin menambahkan, untuk memotong mata rantai kekerasan di STIP, pihaknya turut mengundang orang tua taruna tingkat I pada Rabu (11/1) kemarin. Ia memastikan bahwa pelaku pemukulan akan dikeluarkan tanpa pandang bulu.

“Kemarin jam 14.00 WIB, kami kumpulkan semua orangtua taruna tingkat I. Saya pastikan mulai hari ini pelaku pemukulan akan dikeluarkan untuk memotong mata rantai kekerasan,” ujar Arifin.

“Semua orangtua taruna tingkat 1 yang kami kumpulkan kurang lebih ada 62 orang, saya persilakan untuk menyampaikan apa kira-kira aduannya juga untuk menulis apa kira-kira yang baik untuk ke depannya,” lanjutnya.

Menurut Arifin, diperlukan perubahan sistem rekrutmen siswa dan kurikulum. Hal ini harus dilakukan karena pelaut merupakan penyumbang Bela Negara untuk Indonesia.

“Mengenai sistem rekrutmen, sekarang kan Pak Jokowi fokus pada tol laut. Pelaut adalah penyumbang Bela Negara terbesar untuk negara ini. Kita butuh tenaga pelaut untuk Eropa, Amerika, dan Asia Pasifik. Kalau ini vakum kan sayang,” Arifin menjelaskan.

Saat ini, pihaknya sedang membentuk tim untuk mengetahui titik lemah dalam tubuh STIP. Arifin menginginkan taruna STIP menjadi taruna yang baik tanpa perlu melalukan tindak kekerasan.

“Saya sedang buat tim untuk mengetahui titik lemahnya. Dari 2008 kan ada kekerasan, terus hilang sampai kemarin itu. Kita akan tambah tenaga Marinir dan polisi serta CCTV. Taruna bisa menjadi baik dengan tanpa kekerasan,” tutupnya. (hms/helmi)