Angkasa Pura 2

Desa Suruh, Dari Kampung Edukasi Menuju Kampung Digital

Destinasi SDM Telekomunikasi & PosSenin, 16 Januari 2017
IMG-20170115-WA0052

SEMARANG (Beritatrans.com) – Penetapan Kampung Edukasi Suruh, Kabupaten Semarang merupakan satu prestasi yang
patut diapresiasi. Dari ratusan desa di Kab. Semarang dan Prov. Jawa Tengah, Desa Suruh sudah ditetapkan menjadi Kampung Edukasi.

“Konsep Kampung Edukasi adalah kampung yang bisa digunakan sebagai tempat belajar dan sumber belajar bagi masyarakat. Itu tingkatnya desa,” kata Kepala Desa Suruh Latif Kurniawan kepada Beritatrans.com Senin (16/1/2017).

Seperti diketahui, Kampung Edukasi Suruh diresmikan langsung Bupati Semarang H.Mundjirin, Minggu tanggal 15 Januari 2017 kemarin.

Acara berlangsung meriah bahkan menjadi milik seluruh warga Desa Suruh. Mulai anak-anak, pemuda dan oranf dewasa ikut berpartisipasi dengan peran dan posisi masing-masing.

Hadir pada kegiatan peresmian Kampung Edukasi antara lain Bupati Semarang H.Mundjirin, Kepala PP PAUD dan Dikmas Jateng, Muspika, Kepala sekolah, Kepala UPTD tingkat Kec. Suruh, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat desa.

Sementara masih ada bagian-bagian dari Kampung Edukasi ini. Menurut Latif Kurniawan mereka itu adalah Kampung Literasi, Kampung Layak Anak, Kampung Sehat, Kampung Warna Warni, Kampung Lestari dan lainnya.

“Dengan mengangkat potensi lokal yang ada baik di bidang budaya, sosial, ekonomi dan alamnya, semua kita jadikan referensi sumber belajar,” jelas Latif lagi.

Ide pembangunan dan keberhasilan Desa Suruh bukan hanya berhenti disini. Dibawah pimpinan Kepala Desa Latif Kurniawan akan mengembangan Desa Suruh menjadi Kampung Digital.

IMG-20170115-WA0049

Kampung Digital

Ke depan akan kita kembangkan dengan menggunakan information technology (IT). Belajar dengan menggunakan internet. Perpustakaan bisa dibuka dengan e-booknya.

“Tatap muka kita laksanakan dengan teleconfrence. Desa Suruh menjalin menjadi Digital Community dengan sembilan lembaga pendidikan non formal se-Jawa Tengah,” papar Latif.

Tiap kampung-kampung tersebut, menurut Latif, nantinya akan dilengkapi dengan Free Wifi. Masyarakat bisa belajar di “Gasebo-gasebo pintar”, sehingga endingnya menjadi “Kampung Virtual”.

Selanjutnya, para pemuda yang ada, kita bekali kemampuan untuk mengelola “Rumah Pintar”. Dan rumah penduduk kita jadikan “Home Stay” untuk menampung masyarakat luar desa yang akan belajar di Kampung Edukasi.

Tidak ketinggalan anggota Digital Community. Mereka dilibatkan dalam proses pembangunan Kampung Digital ini secara optimal. “Dengan begitu, mereka memiliki rasa memiliki yang tinggi sekaligus berpatisipasi aktif membangun kampung halamannya,” terang Latif.

Dengan mengangkat tema “Menyemai Benih Bangsa dari Pojok Desa” kita bangun masyarakat Suruh yang lebih baik. Acara ini dimeriahkan festival “drumblek”, lomba mewarnai PAUD, Lomba foto potensi edukasi dan wisata desa, lomba menghias tumpeng, seni rodad, dan pagelaran wayang dgn dalang cilik mengambil lakon “Dewaruci”.(helmi)

IMG-20170115-WA0048