Angkasa Pura 2

Sekolah Penerbangan dan Sertifikasi Pesawat Latih Dibawah Pembinaan Direktorat KUPPU

Kokpit SDMMonday, 16 January 2017

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Pusbang SDM Perhubungan Udara, BPSDM Perhubungan M.Basuki Mardiyanto mengatakan, sekolah-sekolah penerbangan di Indonesia mendapatkan izin prinsip dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU), Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Termasuk flying school, Mandiri Utama Flight Academy (MUBA) yang salah satu pesawat latihnya terbakar di Bandara Belimbingsari, Banyuwangi Jawa Timur, Senin pagi. Dia mendapatkan izin dan dibina oleh Direktorat KUPPU.

“Sertifikasi pesawat latih yang digunakan sekolah tersebut juga dibawah pengawasan Direktorat KUPPU. Sementara, kalau terkait konten kurikulum sekolah penerbangan memang berkoordinasi dengan Pusbang SDM Perhubungan Udara,” kata Basuki saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Senin (16/1/2017).

Terkait kasus terbakarkan pesawat latih MUBA, menurut Basuki, hendaknya disikapi dengan baik dan bijak. Tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan aparat terkait di lapangan.

“Kasus cras landing dan kemudian terbakarnya salah satu pesawat latih MUBA kini tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak terkait. Masyarakat tak perlu berspekulasi terkait kasus tersebut,,” jelas Basuki.

Dia menambahkan, selama ini pesawat latih MUBA terutama yang ada di Bandara Belimbingsari, Banyuwangi terbang baik-baik saja dan digunakan para siswa untuk latihan terbang.

“Hal itu terlihat dari operasional sisswa penerbangan MUBA yang tetap berlatih menggunakan pesawat terbut. Namun hendaknya masalah ini dikembalikan ke hasil penyelidikan aparat terkait,” papar Basuki.

Terkait konten kurikulum siswa penerbangan di MUBA, tambah Basuki, semua baik dan tetap sesuai dengan aturan dan keketentuan ICAO. “Semua dioperasikan baik pesawat, SDM atau infrastruktur pendukung sesuai ketentuan UU sekaligus ketentuan ICAO,” tandas Basuki.(helmi)