Angkasa Pura 2

Prof. Jospahat Tetuko Berikan Kuliah Umum di STPI

Bandara Kokpit SDMSelasa, 17 Januari 2017
IMG-20170117-WA0081

TANGERANG (Beritatrans.com) – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Guru Besar Chiba University Jepang, Prof.Josaphat Tetuko Sri Sumantyo PhD, Selasa (17/1/017). Ia ada putra Indoensia kelahiran Bandung, yang berhasil menjadi Guru Besar di Negeri Sakura itu di usainya yang ke-34.

Kuliah umum berlangsung di Auditorium STPI dan dihadiri pimpinan, dosen serta taruna STPI dari berbagai program studi (Prodi) terutama Teknik Peswat Udara (TPU), Teknik Operasi Bandara Udara (OBU), Pengantur Lalu Lintas Udara (PLLU) di kampus penerbangan ternama di Tanah Air itu.

Kuliah Umum dibuka langsung oleh Ketua STPI Novyanto widadi, S.Pi. Dalam sambutannya, Novy begitu sapaan akrabnya mengatakan, kuliah umum dengan menghadirkan nara sumber dari luar dimaksudkan untuk memberikan pengayaan materi dan nuansa berbeda khususnya bagi taruna STPI.

“Kuliah umum ini juga dimaksudkan untuk merubah budaya dan pola fikir taruna, menjadi sosok yang berfikir dan bekerja keras. Mempunyai disiplin tinggi dan semangat juang yang kuat serta antikekerasan. Kampus ini harus dibangun dengan baik dan bebas dari kekerasan,” kata Novy lagi.

Sementara, Prof. Josaphat Tetuko dalam paparannya mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) termasuk di dunia penerbangan sudah demikian canggih. “Manusia harus bisa memanfaatkan produk iptek tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan penerbangan,” kata dia.

IMG-20170117-WA0083

Ciptakan Radar Satelit

Dengan berbagai temuan iptek baru, termasuk Radar Bawah Permukaan dan Radar Satelit yang saya temuan, kata dia, bisa membantu meringakan tugas-tugas insan penerbangan. “Dengan radar tersebut, bisa diketahui kondisi cuaca bandara tujuan, cuaca di perjalanan termasuk potensi hambatan yang bakal terjadi selama penerbangan,” kata Prof.Jos, sapaan akrab dia.

Industri penerbangan serta tuntutan pengguna jasa makin tinggi dan mengharuskan pelayanan penerbangan yang baik, selamat, aman dan nyaman. Insan penerbangan termasuk taruna STPI saat kerja kelak harus bisa mengantisipasi tuntutan penggunan jasanya dengan baik.

“Manusia dengan kemampuan dan iptek yang dihasilkan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Dengan produk iptek canggih, harus mengantisipasi semua dampak negatif yang mungkin muncul di perjalanan baik pesawat terbang, kapal laut dan moda transportasi lainnya,” papar Prof. Jos lagi.

IMG-20170117-WA0082

Inspirasi Tugas Ayahnya

Prof. Jos menciptakan Radar Bawah Permukaan dan Radar Satelit terinpsirasi tugas dan profesi ayahnya sebagai anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) TNI-AU yang menjadi Paskhas. “Ayah saya bekerja untuk menjaga dan mengamankan bangsa dan negara. Tapi, semua peralatan seperti radar, senjata dan lainnya buatan luar negeri,” terang Jos.

Oleh karena itu, sejak duduk di bangku SD, Jos bercita-cita bagaimana menciptakan radar yang bisa membantu meringan tugas Ayahnya sekaligus mengamankan bangsa dan negara.

“Setelah lulus dari Chiba University, dan menjadi peneliti akhirnya mampu menciptakan Radar Bawah Permukaan. Itulah radar pertama di dunia dengan sistem tersebut dan saya yang menciptakannya,” aku Jos.

Melalui Radar Bawah Permukaan dan Radar Satelit ciptaannya, Jos mengaku akan membayar utang oada ayah dan negara Indonesia. “Meski saya bekerja di Jepang, tapi hasil karya dan ciptaan saya tetap saya abdikan untuk bangsa Indonesia tercinta,” tandas Jos.(helmi)