Angkasa Pura 2

Capt. Arifin: Marine Inspector Menjadi Unjung Tombak Syahbandar Harus Fokus Pada Keselamatan & Keamanan

Dermaga SDMKamis, 19 Januari 2017
BPPTL Arifin dan Rofik

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, BPSDM Perhubungan Capt. Arifin Soenardjo, M.Hum meminta seluruh peserta diklat kepelautan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan baik. Selanjutnya, mereka bisa mengaplikasikan ilmu dan pengalaman saat kembali ke tempat kerjanya.

“Kalian adalah orang hebat dan dikirim dari unit kerja masing-masing untuk mengambil diklat di BPPTL Jakarta. Tunjukkan kalian orang hebat dan bisa bekerja serta mengabdi sebaik mungkin pada bangsa dan negara,” pesan Capt. Arifin Soenardjo saat membuka Diklat Pertama Tahun 2017 di Kampus BPPTL Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Kepala BPPTL Jakarta Dr. Capt. Mashudi Rofik menambahkan, kampus BPPTL Jakarta yang dipimpinnya memulai diklat kepelautan pertama di tahun 2017. Sebanyak lima jenis diklat personel transportasi laut dibuka secara serentak, dengan total perserta mencapai 150 orang.

“Diklat yang pertama di BPPTL ini meliputi Diklat Marine Inspector Type B, Diklat English Marine Angkatan Pertama, Diklat Dasar Bintara KPLP, Diklat Auditir ISM Code dan Diklat Operator Pelabuhan,” jelas Rofik lagi.

Dikatakan, masa diklat tersebut berbeda-beda, mulai 22 hari sampai dua bulan. Semua siswa diasramakan, dan seluruh proses diklat dilaksanakan di Kampus BPPTL Jakarta.

“Jika siswa diklat butuh praktek di lapangan, sesuai aturan yang ditetapkan IMO, baru dilakukan pembelajaran di luar ruang seperti laboraturium, simulator bahkan ke lapangan seperti pelabuhan atau perusahaan pelayaran baru dibawah kesana,” papar Rofik.

Alumni PIP Semarang itu menambahkan, semua jenis dan materi diklat di BPPTL Jakarta sudah mengacu pada IMO Model Course. Standard dan metode pembelajaran juga mengacu dan diatur langsung dari IMO,” tandas Rofik.

BPPTL Rofik selamat

Fokus Pada Keselamatan dan Keamanan

Bagi peserta Diklat Marine Inspector Type B, Capt Arifin Soenardjo berpesan, kalian harus fokus pada tupoksi kerja ada baik di Ditkappel Ditjen Perhubungan Laut atau di Syahbandar di berbagai pelabuhan di Tanah Air.

“Marine inspector merupakan ujung tombak Syahbandar serta berhadapan langsung dengan pengguna jasa di pelabuhan. Kalian harus fokus pada keselamatan dan keamanan pelayaran, bukan pada masalah yang lainnya,” jelas Arifin.

Mantan Direktur Perkapalan dan Kepelautan (Dirkappel) itu menambahkan, marine inspector harus mau turun kelapangan dan memeriksa setiap kapal yang akan berangkat dan mengajukan surat pemberitahuan berlayar (SPB).

“Jika kapal tidak memenuhi syarat, jangan sekali-kali mengizinkan kapal itu berangkat dan meninggalkan pelabuhan,” papar Arifin diampingi Kepala BPPTL Jakarta Dr.Capt. Mashudi Rofik itu lagi.

Jika sampai terjadi kecelakaan kapal laut, menurut Arifin, maka yang harus diperiksa dulu adalah DPA (Design Personal Assesor), yaitu orang yang menjadi penghubungan antara perusahaan pelayaran dengan orang-orang di kapal.

“Ada tidak syarat dan ketentuan yang dilanggar dan memicu terjadinya kecelakan? Sudah benarkah ABK bekerja sesuai tupoksi masing-masing? Semua ini penting, demi tegaknya aturan dan keselamatan pelayaran,” terang Arifin.

Capt. Arifin atau Capt. Rofik sepakat, seluruh siswa diklat di BPPTL Jakarta dipersiapkan untuk menjadi personel transportasi laut yang andal. Mereka harus bisa menjalankan tupoksinya dengan optimal, baik sebagai regulator, operator dan lainnya.

“Setiap pekerjaan dan SDM di sektor transportasi laut harus ditangani orang yang profesional di bidangnya. Selain itu mereka juga mempunyai certifikat dari lembaga yang diakui otoritasnya,” tegas Capt. Arifin.(helmi)

BPPTL Peserta diklat