Angkasa Pura 2

Beijing Tetap Klaim Kedaulatan Di Laut China Selatan

Dermaga Hankam Kelautan & PerikananRabu, 25 Januari 2017
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

BEIJING (BeritaTrans.com) – China menegaskan tidak akan mundur dari klaim atas wilayah di Laut China Selatan yang masih menjadi sengketa beberapa negara.

Penegasan itu disampaikan setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan melindungi kawasan internasional di kawasan tersebut.

Hari Senin (23/01), juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan Amerika serikat akan ‘memastikan perlindungan atas kepentingannya di sana’.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan negaranya memiliki hak kedaulatan yang tidak dibantah atas pulau-pulau dan di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitarnya.

“Posisi China atas masalah Laut China Selatan adalah jelas dan konsisten. Tindakan kami di Laut China Selatan adalah masuk akal dan adil,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa posisi mereka itu tidak terpengaruhi oleh negara lain.

“Terlepas dari perubahan yang terjadi di negara-negara lain, yang mereka katakan atau yang mereka ingin lakukan, keputusan Cina untuk melindungi kedaulatan dan hak di Laut Cina Selatan tidak akan berubah.”

laut china selatan

Sengketa lama

Sejumlah negara bersengketa atas hak kepemilikan wilayah di Laut China Selatan selama beberapa abad, namun ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

China, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei mengklaim kepemilikan di kawasan tersebut.

Namun China melangkah lebih maju dengan membangun pulau-pulau buatan serta menggelar patroli laut.

Amerika Serikat mengatakan tidak berpihak dalam sengketa teritorial tersebut namun mengerahkan kapal dan pesawat militer ke dekat kawasan itu dengan berpegangan pada yang mereka sebut ‘kebebasan navigasi’ untuk menjamin akses kepada jalur perkapalan dan penerbangan.

Pemerintah China menuduh pihak lain melakukan ‘militerisasi di Laut Cina Selatan’.

Ada kekhawatiran bahwa kawasan sengketa itu bisa menjadi titik yang bisa memicu konflik yang jelas akan berdampat serius secara global.

Sebelumnya, Rex Tillerson -dalam dengar pendapat di Kongres tentang penunjukkannya sebagai menteri luar negeri- mengatakan Washington sebaiknya melarang Cina memasuki pulau-pulau buatan yang dibangun China di Laut China Selatan.

Pemerintah Beijing menyatakan kepemilikan atas hampir semua pulau di Laut China Selatan walau beberapa juga diklaim oleh negara-negara Asia lainnya, termasuk Vietnam, Malaysia, maupun Filipina.

Selain membangun pulau buatan dan landasan pacu, China juga melaukan patroli laut secara teratur di sana.

Bulan Juli 2016, Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, menolak kepemilikan Cina atas kawasan sengketa itu -yang digugat oleh Fiipina- namun Beijing menepis keputusan tersebut. (ray/sumber bbc.com).