Angkasa Pura 2

Jembatan Timbang Untuk Menghadang Kendaraan Overload

Aksi Polisi Koridor SDMKamis, 26 Januari 2017
jembatan timbang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Jalan rusak sudah menjadi berita harian media di Indonesia. Selalu yang dituding akibat mobil barang bermuatan lebih (over loading). Muatan lebih terjadi karena dianggap jembatan timbang tidak berfungsi optimal.

“Padahal, jalan rusak tidak semata-mata disebabkan muatan lebih, tapi juga disebabkan kondisi kualitas konstruksi jalan juga berpengaruh menentukan,” kata pakar dan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis

Jalan tol yang dianggap berkualitas prima, lanjit Djoko, ternyata juga ikut berlubang. Padahal jalan tol tersebut baru terbangun belum sampai 3 tahun operasi.

Untuk menjaga kondisi jalan nasional sepanjang 47.017 km perlu dilajulab dengan baik. Jalan nasipmal yang dibangun dengan uang rakyat di APBN harus dijaga agar memberikan manfaat optimal untuk rakyat dan bangsa ini.

“Jalan nasional yang membentang dari Sumatera hingga Papua harus dijaga dan dipelihara agar dapat memberikan pelayanan prima tanpa kerusakan berarti, perlu dipercepat pengoperasian jembatan timbang,” papar Djoko.

Untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jalan sebelum usia teknisnya, menurut Djoko jembatan timbang harua difungsikan dengan baik. “Seluruh kendaraan yan melintas termasuk di jalan nasional harua dipastikan tidak overload atau melebihi kapasitas. Jalan makin awet dan bisa digunakan secara maksimal,” terang Djoko.

Dengan begitu akan bisa menegah kerusakan jalan yang makin masif dan parah, sekaligus menghemat pengeluaran uang negara. “Ini salah satu manfaat lain yang bisa dilakukan jika kendaraan yang melintas di jalan diatur, diawasi dan dipastikan tetap mengikuti aturan dan UU yang ada,” urai Ketua MTI Jawa Tengah itu.

Jembatan timbang, tambah Djoko harus difungsikan sesuai peruntukannya. “Jembatan timbang harus bisa menyaring dan membatasi kendaraan tetap memenuhi batas tonase yang ditentukan,” sebut akademiasi senior itu.

“Jangan sebaliknya jembatan timbang justru menjadi sumber PAD atau lebih parah lagi sebagai media melalukan korupsi dan pungli yang memberatkan rakyat,” tegas Djoko.(helmi)