Angkasa Pura 2

Capt. Harto: KPLP Selalu Terdepan dan Pertama

Dermaga FigurSenin, 30 Januari 2017
IMG-20170129-WA0002

IMG-20170129-WA0005

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menapaki karier di Kementerian Perhubungan, Capt. Harto S mn langsung ‘mencemplungkan’ diri di Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Suka duka, asam garam dilaluinya.

Namun, lelaki yang sudah 34 tahun mengabdi ini tak pernah gentar dan senantiasa berbuat yang terbaik bagi tugasnya untuk keselamatan dan keamanan di laut.

“KPLP selalu yang terdepan dan pertama dalam merespon segala peristiwa yang terjadi di laut,” jelas Harto saat berbincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid BeritaTrans, Minggu (29/1/2017).

Menurut Harto, pihaknya senantiasa mengontrol dan melakukan penegakan hukum di laut. Tak hanya saat terjadi musibah, tugas mengontrol juga senantiasa rutin dilaksanakan KPLP.

Sebagai Nakhoda senior, Harto senantiasa berusaha menjadi pengayom dan pelindung serta menjadi contoh bagi segenap jajarannya. Saat ini, ditugaskan sebagai kapten di kapal KPLP di pangkalan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

IMG-20170129-WA0007

“Banyak suka duka saat bertugas di laut, yang menjadi pengalaman berharga bagi saya,” ungkap Harto yang diangkat pada 1 Maret 1983 sebagai pengawas kapal KPLP tersebut.

Dia mengisahkan, pada 2014 lalu sempat mengalami mesin mati saat kondisi laut tengah berombak tak menentu, ketika dirinya menggawangi kapal KPLP di atas perairan Riau.

“Lantaran tingginya gelombang, kapal terombang-ambing hingga mesin kapal mati. Beruntung lampu kapal masih menyala di tengah malam di tengah lautan saat itu,” ujar Harto.

Dengan segenap kemampuannya, Harto yang berpengalaman pun berupaya mengatur dari anjungan. Dia memerintahkan untuk melempar jangkar, untuk menghindari tenggelam.

“Kondisi yang sangat sulit itu, tidak menyurutkan semangat. Salah seorang Perwira kami sembari merangkak menuju tempat jangkar lantaran kapal sudah terombang ambing dan tak mungkin berjalan, hingga akhirnya jangkar bisa dilepaskan,” urai Harto.

Pasrah dan tawakkal adalah kuncinya. Sembari menyambungkan komunikasi dengan pihak pangkalan KPLP Merak, akhirnya KN Trisula berhasil menjemput dan menarik kapalnya hingga ke daratan.

Banyak kisah duka lainnya, namun Harto tak pernah pesimis dan benar-benar dijadikan pengalaman berharga. Belum lagi kisah heroik saat menolong saat terjadi musibah kecelakaan kapal.

“Seperti yang terbaru kemarin, saat musibah terbakarnya KM Zahro Ekspres di perairan menuju Kepulauan Seribu, kapal kamilah yang menarik ke daratan,” tegas Harto.

Kapten yang ingin menghabiskan pengabdiannya hingga pensiun di KPLP itu tak mengelak, merasakan senang selama bertugas.

“Dapat berlayar di wilayah baru, menjadi kesan tersendiri bagi saya. Alhamdulillah, perairan Indonesia sudah saya lalui, hanya ke Teluk Bayur yang belum pernah,” ungkap Harto bangga.

Harapan dan Keinginan

Pengalaman, suka dan duka, menjadi kenangan bagi Harto. Tak hanya itu, dia pun masih memiliki harapan dan keinginan yang didambakan.

IMG-20170129-WA0006

“Ya, di hari jadi KPLP ke-43 ini, saya dan petugas KPLP lainnya berharap agar Coast Guard dapat terealisasi dalam waktu dekat,” tutur Harto.

Harus diakui, penegakan hukum di laut saat ini masih tumpang tindih, karena belum ditetapkannya Coast Guard untuk selanjutnya ditegakkan.

“Kami juga berharap agar visi dan misi KPLP tetap dijunjung tinggi untuk keselamatan dan keamanan di laut,” imbuh Harto.

Dia juga menyampaikan selamat kepada Direktur baru KPLP Jonggung Sitorus. Pihaknya yakin dibawah kepemimpinanya, KPLP akan semakin hebat dan jaya.

“Apalagi bila melihat pengalaman beliau, kami optimistis,” kata Harto. (omy)

loading...