Angkasa Pura 2

Dirjen Tonny: Quick Respon Harus Dibudayakan KPLP

DermagaMonday, 30 January 2017

IMG-20170127-WA0030

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono mengungkapkan, memasuki usia yang semakin matang, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut Pantai (KPLP) harus menunjukkan keberadaannya sesuai tugas dan fungsinya.

“Ya, KPLP harus menjadi jati dirinya sendiri sebagai KPLP,” tegas Tonny kepada BeritaTrans.

KPLP menurut Tonny, harus responsif atau quick respon bila terjadi musibah di laut.

Hal itu yang perlu terus ditanamkan seluruh jajaran KPLP dan menjadi budaya yang ‘mendarah daging’. Saling mengingatkan satu sama lain dan bergerak cepat saat terjadi musibah untuk mengantisipasi kondisi lebih buruk dan berdampak pada korban jiwa.

“Keselamatan dan keamanan pelayaran nomor satu dan tidak bisa ditawar keutamaannya,” ujar Tonny.

Kiprah KPLP memang tidak dapat dipungkiri dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran. Namun peningkatan kualitas dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) nya, tetap harus terus menjadi perhatian serius agar tetap menjadi yang terdepan.

Sesuai dengan PM 189 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja, KPLP jelas memiliki peran, tugas, dan fungsi yang cukup besar dalam hal resque dan perlindungan pada lingkungan maritim Indonesia.

Pada pasal 384 diuraikan bahwa tugas KPLP diantaranya melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Memberikan bimbingan teknis dan supervisi serta evaluasi di bidang patroli dan pengamanan.

Selain itu juga, KPLP juga memiliki tugas dan fungsi penegakan hukum dan advokasi, tertib pelayaran, penanggulangan musibah pelayaran dan pekerjaan di bawah air, serta sarana dan prasarana.

Secara struktur, dalam Direktorat KPLP hingga kini, terdapat struktur organisasi. Terdiri dari Sub Direktorat Patroli dan Pengamanan, Sub Direktorat Penegakan Hukum, Sub Direktorat Terib Berlayar, Sub Direktorat Penanganan Musibah dan Pekerjaan di Bawa Air, dan Sub Direktorat Sarana dan Prasarana, serta Sub bagian Tata Usaha. (omy)