Angkasa Pura 2

KNKT: Bandara Belum Punya Sistem Informasi Kekesatan dan Genangan Air Landas Pacu

BandaraKamis, 2 Februari 2017
IMG-20170202-WA0037

JAKARTA (beritatrans.com) – Kecelakaan pesawat yang diakibatkan tergelincirnya pesawat di landas pacu atau run way dikarenakan genangan air banyak terjadi di Indonesia.

“Pihak pengelola bandara sebaiknya melakukan breaking action untuk memberitahukan kekesatan landas pacu dan genangan air atau standing water,” kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) DR. Ir. Soerjanto Tjahjono melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

KNKT merekomendasikan agar pesawat baru dapat dijinkan mendarat apabila genangan air maksimum 3 milimeter dan apabila telah mencakup 25% landas pacu (contaminated runway) maka pesawat tidak boleh mendarat.

Menurut Soerjanto, sampai dengan saat ini, aplikasi sistem informasi yang memberitahukan soal kekesatan dan kondisi genangan air di landas pacu belum dimiliki oleh pengelola bandara di Indonesia.

Untuk itu KNKT bersama Universitas Sriwijaya berinisiatif membuat aplikasi sistem informasi yang dapat memberitahukan kekesatan dan tingginya genangan air di landas pacu.

“Nota kesepahamannya telah ditandatangani pada 10 Januari 2017 lalu,” katanya.

Soerjanto juga mengimbau kepada PT Angkasa Pura II untuk melakukan penelitian bersama dengan Universitas Sriwijaya dalam pembuatan aplikasi sistem informasi tersebut yang nantinya akan diuji coba di Bandara Sultan M. Badaruddin Palembang.

Soerjanto berharap hasil penelitian ini dapat mengurangi kecelakaan yang disebabkan tergelincirnya pesawat di landas pacu. (aliy)

loading...