Angkasa Pura 2

MRT & BRT Akan Dibangun Di Kota Medan

Emplasemen KoridorJumat, 3 Februari 2017
betor

MEDAN (BeritaTrans.com) –Jika Jakarta saat ini sedang membangun mega proyek mass rapid transit (MRT) sepanjang 15,5 kilometer di tengah kota, maka Medan tak lama lagi memiliki hal yang sama.

Sistem transportasi tersebut, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin usai rapat tertutup dengan perwakilan Kementerian Keuangan di Balai Kota Medan, Kamis (2/2/2017), mengemukakan sangat penting dihadirkan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi sepanjang waktu.

Selain MRT, Pemko Medan juga segera menghadirkan sistem transportasi bus rapid transit (BRT) atau bus cepat, nyaman, aman dan tepat waktu. Jalur MRT ini nantinya dimulai dari Jalan Willem Iskandar hingga Jalan Jamin Ginting. Sementara BRT, dimulai dari Terminal Terpadu AmplassampaiTerminalPinang Baris dengan lintasan melewati inti kota.

Dia mengemukakan saat ini program tersebut masih dalam tahap perencanaan Pemko Medan bersama pemerintah pusat.Kedua pola transportasi ini merupakan solusi mengurangi kemacetan di jalur-jalur padat kendaraan. Saat ini Pemko Medan masih melakukan perencanaan setelah itu dilanjutkan dengan sosialisasi ke masyarakat.

“MRT dan BRT merupakan angkutan massal murah dan disiapkan demi kepentingan masyarakat,” kata Eldin. Dia berharap, pemerintah pusat mendukung sepenuhnya pengadaan dua angkutan massal ini, termasuk dukungan fasilitas yang dibutuhkan.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat menambahkan, perkembangan Kota Medan terus meningkat seiring pertambahan penduduk yang diiringi juga dengan tumbuhnya daya beli kendaraan pribadi.Maka otomatis jumlah kendaraan juga bertambah. Dampaknya, kepadatan lalu lintas tidak dapat dihindari.

“Dari sisi manajemen rekayasa lalu lintas, kami berusaha menangani kepadatan atau kemacetan, termasuk penataan parkir. Namun ada alternatif lain untuk mengurangi kepadatan kendaraan yakni mengoperasionalkan angkutan massal seperti MRT dan BRT. Sekali bergerak bisa mengangkut orang banyak,” ujarnya.

Renward mengatakan, Dishub Medan sebenarnya sudah merintis MRT dan BRT sejak tahun lalu. Lelang pembangunan dua angkutan massal ini pun banyak diminati investor.

“Tadi kami juga telah mendapat penjelasan dari Kementerian Keuangan agar rencana pengadaan angkutan massal ini terus berproses. Harapan kami, transportasi massal ini bisa diwujudkan untuk mengatasi kemacetan,” tutur Renward Parapat.

Rencana menghadirkan sistem transportasi MRT-BRT pun disambut baik DPRD Medan. Seperti yang disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis. Dia mengatakan, Medan memang sudah seharusnya memiliki MRT dan BRT.

Kondisi jalan di Medan kemacetannya memang terhitung parah. Namun, keberadaan MRR dan BRT cukup di jalan-jalan protokol saja. Sementara angkutan umum atau angkutan kota yang berukuran kecil berada di jalan arteri atau penghubung.

“Rencana tersebut sudah seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan,” ujarnya. (lia/sumber okezone).

Foto: analisadaily.com