Angkasa Pura 2

KSPMI Khawatirkan Pergantian Direksi dan Aset Pertamina Menjadi Ajang Bancakaan

Energi SDMSabtu, 4 Februari 2017
Dwi Sutjiptoo

JAKARTA (Beritatrans.com) – Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) menyayangkan pergantian Direksi PT Pertamina yang diduga bernuansa politik. Sementara, kinerja BUMN Migas itu khususnya di sisi hilir sangat baik dan mampu meraih untung.

“Pergantian rezim atau pencopotan Direksi Pertamina yaitu Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina dam Ahmad Bambang sebagai Wadirut Petamina dilakukan dengan gegabah dan  bernuansa politis. Implikasinya bisa menimbulkan kegaduhan dan berpotensi menimbulkan dugaan yang beragam,” kata Ketua Umun KSPMI Arief Pouyono di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).

Di tengah prestasi Pertamina yang luar biasa di tahun 2016, lanjut dia, jajaran direksi justru dirombak. Ini sangat mendadak dan mengagetkan banyak pihak. Selama tahun 2016 sektor hilir migas Pertamina berhasil meraih untung.

Pertamina baru  membukukan kinerja yang bagus. Termasuk inovasi produk BBM  baru dan produk turunannya yang dibutuhkan masyarakat dan mendukung program/kebijakan Pemerintah, ide datu harga BBM di Papua.

“Keuntungan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan,  dibalas dengan pencopotan Direksi Pertamina yang berprestasi adalah membuktikan pejabat yang berwenang mengakui kebenaran statement ngawur,” jelas Arief.

Pertamina

Ajang Bancakaan

KSPMI mengkhawatirkan pencopotan, pengisian atau kemungkinan pergantian Direksi Pertamina bisa berpotensi dijadikan ajang bancaan, konspirasi dan transaksional karena Pertamina dengan program pengembangannya yang progresif.

“Pertamina banyak memiliki aset dan proyek investasi di dalam dab luar negeri. Nilai proyek dalam anggaran itu mencapai triliunan rupiah,  tentu akan menarik bagi banyak pihak,” kilah Arief.

Oleh karena itu, tambah Arief, KSPMI meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk lebih hati-hati bila melakukan perombakan rezim Direksi Pertamina  termasuk mengabaikan aspirasi pihak manapun yang tak relevan sesuai UU BUMN Pasal 91.

“Pertamina harus bebas dari intrik politik, pemburu rente, calo jabatan dan pihak-pihak yang mengusung pemikiran unprofessional conduct lainnya,” tandas Arief.(helmi)

loading...