Angkasa Pura 2

Bandara Jemaja Anambas Siap Diresmikan Jokowi

BandaraSenin, 6 Februari 2017
bandara jemaja

ANAMBAS (BeritaTrans.com) – Bandar Udara (Bandara) Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Bahkan untuk mewujudkan wacana itu Kasatpel Bandara Jemaja, Ariadi Widyawan saat ini sudah melakukan berbagai kegiatan dalam persiapan kunjungan Kepala Negara tersebut.

“Pertengahan bulan Februari ini Direktur Udara akan meninjau langsung ke sini. Beberapa persiapan memang sudah kita rencanakan karena sesuai agenda bulan Maret atau April Presiden yang akan meresmikan bandara ini,” kata Ariadi saat dihubungi wartawan, Minggu (5/2).

Namun untuk memastikan kedatangan kepala negara itu, Ariadi belum bisa menjawab karena semua agenda Presiden sudah ada di istana. Pihaknya hanya mendapat arahan dari pusat agar mempercepat pelaksanaan pembangunan agar saat kedatangan Jokowi sudah selesai.

“Saat ini kontruksi landasan sudah mencapai 1.430 meter, dan 1.200 di antaranya sudah di Aspal tinggal 230 lagi. Ini akan kita kebut sebelum peresmian nanti, kita harapkan sudah selesai,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai tidak terbangnya pesawat Susi Air yang selama ini melayani rute Tanjungpinang-Jemaja, Ariadi mengaku jika hal itu merupakan keputusan dari pusat. Pasalnya kontrak pesawat Susi Air merupakan pesawat perintis yang disubsidi oleh kementerian.

“Untuk pesawat Susi Air bukan hanya kesini saja yang berhenti. Tapi seluruh Indonesia karena kontraknya sudah berakhir. Kita tunggu saja karena kabarnya saat ini masih tahap pelelangan dari pusat, kalau sudah selesai pasti akan terbang lagi kesini,” katanya seperti dikutip sindonews.

Dia menambahkan, jika ada maskapai penerbangan komersial yang ingin landing di Bandara Letung yakni express Air, masih terkendala karena ijin bandara yang masih memiliki ijin sebagai bandara Perintis. Untuk menyelesaikan kendala itu pihaknya sedang melakukan pembuatan sertifikat bandar udara agar bisa dipergunakan untuk penerbangan komersial.

“Saat ini bandara ini izinnya sebagai bandara perintis, jadi belum bisa dimasuki oleh pesawat lain. Nanti akan kita selesaikan sertifikatnya terlebih dahulu, jika sudah selesai peswat apa saja(kecuali boeing,red) kalau sudah ada izin bisa mendarat kesini,” katanya. (ani).