Angkasa Pura 2

Cuaca Buruk Ancam Keselamatan, KSOP Gresik Larang 2 Kapal Penumpang & 72 KLM Berlayar

DermagaRabu, 8 Februari 2017
KSOP Gresik2

GRESIK (BeritaTrans.com) – Cuaca buruk dengan ombak tinggi hingga lima meter mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhanan (KSOP) Gresik, Jawa Timur, kembali melarang operasional dua kapal penumpang dan 72 kapal layar motor (KLM) berlayar.

“Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak menyebutkan bahwa tinggi ombak perairan Gresik dan Bawean mencapai 4-5 meter. Sangat membahayakan keselamatan kapal penumpang dan KLM,” ungkap Kepala KSOP Gresik, AKBP Capt. Hermanta, M.Mar, MM, kepada BeritaTrans.com dan tabloid BeritaTrans, Rabu (8/2/2017).

Cuaca buruk itu menurut ramalan BMKG berlangsung selama 7-11 Februari 2017. Karenanya, dia mengemukakan kapal penumpang Gili Iyang dan Bahari Ekspress 8E, serta puluhan KLM dilarang beroperasi selama kurun waktu tersebut.

“Kami memohon pengertian pengguna jasa. Keputusan ini kami ambil semata-mata berdasarkan alasan keselamatan pelayaran. Keselamatan penumpang, kru dan kapal. Bapak Menteri Perhubungan dan Bapak Dirjen Perhubungan Laut selalu mengingatkan kami untuk menjunjung aspek keselamartan,” cetus mantan Kepala KSOP Sunda Kelapa, Jakarta Utara, itu.

Berdasarkan prakiraan cuaca, dia mengemukakan ombak akan mereda dengan ketinggian sekitar dua meter pada Sabtu (11/2/2017) malam. “Kalau memang cuaca bagus dan ombak juga mereda, keselamatan pelayaran tidak terancam, maka kami bersegera menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB),” ujarnya.

ksop gresik

Sejak Rabu (1/2) hingga Selasa (7/2) puluhan kapal masih bersandar di Pelabuhan Gresik. BMKG memprakirakan penundaan pelayaran berlaku hingga Sabtu (11/2). Kondisi itu membuat ratusan penumpang tujuan Gresik–Bawean tertahan di Gresik. Sebaliknya, penumpang dari Bawean menuju Gresik juga tidak bisa apa-apa.

’’Kami sudah pantau kondisi ini,’’ kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Arifin.

Dishub, lanjut dia, berupaya keras mencari solusi. Sejauh ini Dishub Gresik berkoordinasi dengan Dharma Lautan Utama (DLU). Diharapkan ada bantuan dari kapal besar milik DLU untuk mengangkut penumpang dari Gresik ke Bawean dan sebaliknya. ’’Ini sifatnya darurat, sambil menunggu cuaca membaik,’’ ucap Arifin.

Pada Rabu (8/2) dishub kembali menemui DLU untuk memastikan kesiapan. Dengan begitu, Kamis (9/2/2017) diharapkan ada kapal DLU yang berlayar dari Kalimantan dan singgah di Bawean. ’’Jika ada kepastian, segera kami kabarkan ke seluruh penumpang,’’ jelasnya. (lia).