Angkasa Pura 2

SGM Bandara Soetta Suriawan Wakan: Jadi Taruna STPI Itu Gagah & Masa Depan Cerah

Bandara SDMRabu, 8 Februari 2017
2017-02-08 11.38.30

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Senior General Manager (SGM) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Suriawan Wakan, ternyata merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STPI), Curug, Tangerang.

“Saya masuk STIP tahun 1989 dan lulus 1991. Prestasi akademiknya nggak malu-maluin, malah termasuk membanggakan,” tuturnya sambil tertawa dalam bincang santai dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Selasa (7/2/2017) sore.

Dia mengaku tertarik betul menjalani peendidikan di STPI karena terinspirasi oleh tetangga di kawasan Jakarta Timur yakni Salahudin Rafi. Sekadar info, Ir. Salahudin Rafi, MBA, merupakan alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang tahun 1989. Dia pernah 2 kali menjabat sebagai direktur di PT Angkasa Pura II antara lain Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi

“Kayaknya gagah bener. Masa depannya juga cerah. Kalau pulang, Pak Rafi pakai baju seragam, pakai pangkat juga. Karenanya, setelah lulus dari SMAN 50, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, saya langsung daftar ke STPI. Waktu dari Cipinang diantar kawan pakai motor ke Curug,” tutur Suriawan Wakan.

Pilihan kepada STPI, dia mengemukakan juga didorong oleh murahnya biaya pendidikan. “Dan tidak repot harus pergi dari rumah ke kampus. Kita cukup tinggal di kampus, belajar dan ditempa di sana> Kami taruna amat berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, terutama BPSDM Perhubungan,” ujarnya.

Setelah melewati berbagai tes, Wakan dinyatakan lulus. “Hanya saja saya tidak sempat bareng kuliah dengan Pak Rafi. Karena begitu saya baru jadi taruna, Pak Rafi lulus. Tetapi saya sempat melepas Pak Rafi saat wisuda,” jelas pria berdarah Ambon itu.

Di STPI, dia mendalami kompetensi kelistrikan bandara. “Saya memang suka sekali dengan urusan setrum atau kelistrikan. Apalagi waktu SMA, saya memilih jurusan fisika,” tuturnya.

Menempuh pendidikan di STPI, bagi Suriawan Wakan adalah saat paling seru. “Karena selain kita harus belajar dengan sebaik mungkin, juga ditempa aspek kedisiplinan dan kesamaptaan. Bangun harus pagi sebelum subuh, baris-berbarias, belajar, lari, padat sekali memang kegiatannya. Tradisi keilmuan sekaligus kedisplinan memang betul-betul dibangun dan itu sangat bermanfaat buat taruna selepas dari STPI,” ungkapnya.

Satu tahun setelah lulus Tahun 1991, Suriawan Wakan diterima sebagai pegawai di kementerian Perhubungan dan ditempatkan di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Dia bertugas menangani kelistrikan bandara. Sejarah memperlihatkan, dia menduduki kali pertama jabatan sebagai General Manager (GM) di bandara tersebut.

Setelah Bandara Raja Haji Fisabilillah dialihkan pengelolaannya dari Kementerian Perhubungan ke PT Angkasa Pura II, Suriawan Wakan memilih aliuh status sebagai pegawai PT Angkasa Pura II.

wakan

Bagi Suriawan Wakan, senyum pelanggan merupakan kebahagiaan terbesar

Kini, dia dipercaya manajemen PT Angkasa Pura II untuk menduduki jabatan Senior General Manager (SGM) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bandara terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi landmark Indonesia.

wakan3

“Alhamdulillah. Intinya kerja itu kan harus ikhlas, sambil terus membangun kinerja. Tidak perlu kasak-kusuk, tidak perlu uber-uber rezeki dan jabatan, karena Allah Swt sudah tentukan rezeki kita. Rezeki nggak akan tertukar,” tuturnya.

wakan1

Suriawan Wakan juga menuturkan berbahagia karena dapat membahagiakan pelanggan. “Saya juga bahagia memilik team work yang solid. Saya berbahagia mendapat dukungan dari direksi, dewan komisaris dan kolega. Saya juga berbahagia banyak mendapat ilmu dari Dirut Pak Awaluddin dan direksi lainnya, juga dari Pak Budi Karya waktu beliau menjadi Dirut Angkasa Pura II,” tuturnya. (dien).