Angkasa Pura 2

Warga Tambora Jakarta Terkait Pembunuhan Kim Jong-nam Diduga Agen Rezim Komunis Korut

BandaraKamis, 16 Februari 2017
tersangka-pembunuh-kim-jong-nam-berpaspor-indonesia-diklaim-agen-korut-R6I

KUALA LUMPUR (BeritaTrans.com) – Polisi Malaysia, Kamis (16/2/2017), kembali menangkap tersangka lain terkait dengan kasus kematian Kim Jong Nam, saudara tiri dari pemimpin rezim komunis Korea Utara (Korut), Kim Jong Un.

Dua tersangka sebelumnya adalah perempuan, yakni Doan Thi Huong (28), warga Vietnam, dan Siti Aishah (25), warga Indonesia.

Tersangka ketiga, menurut Straits Times, adalah pria warga Malaysia.

“Tersangka ketiga masih dimintai keterangan untuk mengetahui seberapa besar ia mengetahui kegiatan pacarnya itu,” kata kepala polisi negara bagian Selangor, Datuk Abdul Samah Mat.

Intelijen Korea Selatan telah mengklaim bahwa para tersangka bekerja di bawah perintah dari rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un.

Para tersangka dilaporkan menyerang Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Senin, 13 Februari dengan racun sebelum akhirnya melarikan diri dengan naik taksi.

Pejabat senior polisi Malaysia Mohamad Fauzi Harun juga menduga para tersangka sebagai agen mata-mata asing.

“Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa ini mungkin pekerjaan agen-agen asing. Ada pasti individu lain yang terlibat, selain dari dua penyerang ini,” katanya, seperti dikutip IB Times.

KONFIRMASI IMIGRASI
Kantor Imigrasi Jakarta Barat mengkonfirmasi telah menerbitkan paspor bagi Siti Aisyah, warga negara Indonesia terduga pembunuh Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

“Paspor diterbitkan pada 17 November 2014,” kata Benget Steven, Kepala Seksi Penindakan Imigrasi Jakarta Barat, saat dihubungi Tempo, Kamis, 16 Februari 2017.

Benget mengatakan paspor yang digunakan Siti, 25 tahun, selayaknya paspor pada umumnya dan kedaluwarsa pada 2019. Benget mengaku belum mengetahui kapan Siti meninggalkan Indonesia.

Dari keterangan pada paspor, Siti diketahui merupakan WNI yang lahir pada 11 Februari 1992. Dalam paspor itu, Siti dituliskan lahir di Serang. Meski begitu, Benget mengatakan Siti bukan warga Banten. “Siti sementara (yang kami tahu, tinggal) di Angke, Kecamatan Tambora (Jakarta Barat),” ujar Benget.

Benget mengatakan belum bisa memastikan tujuan kepergian Siti ke Malaysia, tapi ia menduga itu kunjungan biasa. “Jadi, kalau dilihat dari paspornya, sih, dia sebagai wisatawan. Pengunjung biasa,” tutur Benget.

Nama Siti mencuat setelah diduga terlibat dalam kematian Kim Jong-nam. Kim Jong-nam tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, saat akan berangkat ke Makau, Cina, pada Senin pagi, 13 Februari 2017.

Dari hasil pemeriksaan CCTV, Kim Jong-nam bertemu dengan dua wanita sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Kepolisian Malaysia langsung menangkap dua wanita pemegang paspor Vietnam dan Siti Aisyah. Pacar Aisyah, warga Selangor, Malaysia, juga ditangkap. Belum diketahui motif pembunuhan Kim Jong-nam yang diduga diracun itu. (dien).