Angkasa Pura 2

Bertaruh Nyawa Di Perlintasan KA Cakung

Emplasemen KoridorJumat, 17 Februari 2017
krl cakung

BEKASI (BeritaTrans.com) – Macet arus lalu lintas selalu saja terjadi di perlintasan kereta samping Stasiun Cakung, Jakarta Timur. Pengendara harus bertaruh nyawa saat melintasinya.

Aspal jalan perlintasan KA itu di antaranya berlubang sehingga mengganggu arus kendaraan. Posisi menikung semakin menambah gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas ke arah ke Pondok Kopi atau arus sebaliknya. Macet parah terjadi saban waktu.

Kemacetan ini akan bertambah parah seiringan dengan bakal dioperasikannya jalur rel dwi ganda (double double track) dengan semakin banyak KRL lalu lalang. Pitu perlintasan akan lebih sering ditutup.

Kemecatan arus lalu lintas diwarnai oleh aksi pengendara mengabaikan disiplin dan tertib berlalu lintas. Saling serobot terjadi ketika pintu perlintasan terbuka. Ketidaksiplinan ini berisiko besar terhadap keselamatan pengendara.

Sekadar catatan, di perlintasan ini pernah terjadi Kereta Api Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung,menabrak dan menyeret kontainer sejauh 30 meter lebih. Kalau motor, mobil dan pejalan kaki yang tertabrak kereta sudah tidak terhitung dengan jari.

“Horor banget memang kalau lewat sini. Takut serempetan sesama kendaraan. Takur tertabrak kereta. Takut nyawa melayang,” cetus Celine, pengendara Mitsubishi Pajero, Jumat (17/2/2017).

Lalu siapa peduli terhadap keselamatan kereta dan pengendara? (Nurul Fathonah)