Angkasa Pura 2

Diklat Vokasi di BP2IP Sorong Tahap Pertama Dimulai Dengan 60 Siswa

SDMJumat, 17 Februari 2017
LT_Nl0E-S92ICQo6380IgB2ZpU0Of_IrF1b9ld_H3Rt1NAFHGK_wZoYAzIiBUXbBTPpYZhc4l5mWkeJkGasMMUc9ej4OcOPAA8fpaCQ=w443-h332-nc

JAKARTA (Beritatrans.com) – Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong, Papua Barat mendapatkan kuota untuk melaksanakan Diklat Vokasi Pelayaran bagi putra-putri Papua sebanyak  1.250 orang.

“Diklat itu akan dilakukan secara bertahap, bekerja sama dengan Pemprov Papua Barat. Mereka yang mencari dan menyiapkan calon siswanya terus diklat dilaksanakan  di BP2IP Sorong,” kata Kepala BP2IP Sorong Capt. Heru Susanto, MM kepada Beritatrans.com di Jakarta, Jumat  (17/2/2017).

Sejalan dengan itu BP2IP Sorong tetap menyelenggarakan diklat bagi taruna reguler baik DP-III dan DP-IV serta short course kepelautan lainnya. “Diklat reguler jalan dan diklat vokasi untuk pemberdayaan masyarakat tetap jalan,” jelas Capt. Heru.

Kasie Penyelenggara Diklat BP2IP Sorong Capt. Dedy Kurniadi, MM menambahkan diklat vokasi pelayaran di kampus pelaut kota Sorong tahap pertama sudah mulai dilaksanakan dengan peserta diklat 60 orang.

“Segera menyusul diklat tahap kedua dengan peserta putra Papua dan Papua Barat. BP2IP Sorong sudah teken kerja sana  diklat dengan Pemprov Papua Barat. Kerja sama diklat itu berjakan selana tiga tahun jadi tak perlu kesepakatan baru,” kata Capt. Dedy.

Pemprov Papua Siapkan Siswa

Dikatakan Dedy, Pemprov   Papua Barat bersama Pemkab/ Pemkot dibawahnya yang akan melakukan seleksi calon siswa dan dikirimkan ke BP2IP Sorong.

Mereka yang akan mencari dan menyiapkan calon siswanya. Kita yang memberikan diklat pada mereka,”  kata Capt. Dedy  didampingi koleganya  Rahmansyah, S.SiT itu.

Diklat Vokasi pelayaran ini, menurut Dedy diberikan cuma-cuma. Mereka dipersiapkan menjadi calon pelaut profesional.

“Selama diklat di BP2IP Sorong mereka akan diberikan materi mengenai basic safety training (BST), security awarness training (SAT), awareness fire fighting (AFF). Mereka juga diberikan Buku Pelaut sehingga bisa diterima bekerja sebagai anak buah kapakn” tegas Dedy.(helmi)