Angkasa Pura 2

Indonesia Bersiap Menjadi Anggota Dewan IMO Periode 2018-2019

DermagaJumat, 17 Februari 2017
IMG-20170217-WA0015

IMG-20170217-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia melalui Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku administrator maritim dan focal point di International Maritime Organization (IMO) kembali bersiap mencalonkan sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2018-2019 pada Sidang Assembly IMO yang ke-30.

Penyelengaraan sidang dilakukan di Kantor Pusat IMO di London pada 27 November hingga 6 Desember 2017 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tentunya telah diperhitungkan dalam peta transportasi laut dunia mengingat posisinya yang strategis diantara dua benua dan dua samudera.

“Menjadi anggota Dewan IMO merupakan pengakuan dunia terhadap eksistensi Indonesia yang turut menentukan kebijakan sektor transportasi laut khususnya di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” ujar Menhub Budi di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Seperti diketahui anggota Dewan IMO kategori C merupakan negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

Negara anggotanya yaitu Australia, Bahama, Belgia, Chili, Cyprus, Denmark, Mesir, Indonesia, Kenya, Liberia, Malaysia, Malta, Mexico, Moroko, Peru, Philipina, Singapura, Afrika Selatan, Thailand, dan Turki.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono, menambahkan, pengumuman mengenai pencalonan diri kembali sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019 telah disampaikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kepada Duta Besar RI di London.

“Untuk dapat diteruskan kembali kepada perwakilan-perwakilan Negara anggota IMO yang lain,” kata Tonny.

Hal itu guna mendukung pemenangan Indonesia dalam pencalonan IMO Council Kategori C periode 2018-2019. Pemerintah juga melakukan langkah-langkah upaya pemenangan di antaranya menyampaikan surat permohonan dukungan kepada Menteri-menteri Transportasi dan maritime administration negara-negara anggota IMO, berpartisipasi aktif pada Sidang-Sidang dan kegiatan-kegiatan IMO, seperti Day of Seafarers dan World Maritime Day.

“Kita juga terus berperan aktif menghadiri Sidang-Sidang IMO dan bekerjasama dengan IMO untuk menyelenggarakan program-program technical assistance dan capacity building IMO lainnya,” tutur Tonny.
(omy)