Angkasa Pura 2

Pelindo II Siapkan Pergudangan CDC Untuk CFS Center

DermagaJumat, 17 Februari 2017
001490900_1442314605-20150915-Bongkar-Muat-di-JICT-Jakarta-03-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelindo II sudah menyiapkan pergudangan Cargo Distribution Center (CDC) Banda, Pelabuhan Tanjung Priok untuk dijadikan fasilitas Container Freight Station (CFS) Center.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono Rahayu Irianto mengatakan saat ini tengah dilakukan uji coba agar saat di launching nanti semuanya berjalan dengan baik, katanya kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans , Jumat (17/2/2017).

CFS adalah fasilitas penyimpanan barang impor berstatus Less than Container Load (LCL) yang masih di bawah pengawasan pabean. Sedangkan kontainer LCL yaitu kontainer impor yang isinya milik lebih dari satu orang.

Menurut Saptono, tarif kargo impor berstatus LCL di CDC Banda nantinya akan mengikuti tarif berlaku di Pelindo II.

Pergudangan CDC Banda saat ini dikelola oleh PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Cabang Jakarta. Pergudangan CDC selama ini memang sudah melayani kargo impor berstatus less than container load (LCL). Tahun 2016 kargo impor LCL yang masuk ke CDC Banda sebanyak 3.946 boks.

Namun, Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra dihubungi terpisah mengatakan masalah CFS Center masih dalam pembahasan.

Permohonan Pelndo II kepada OP untuk membangun CFS Center memang sudah masuk tapi masih perlu dibahas dengan KPU Bea Cukai dan instansi terkait lainnya.

Masih banyak hal perlu dibahas. Misalnya, kalau semua layanan kargo impor berstatus LCL dipusatkan di CDC, nasib TPS Lini II yang selama ini melayani kargo impor LCL bagaimana? kata Nyoman.

Sementara Kepala KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok Fajar Doni ditanya soal CFS melalui WA belum memberikan jawaban. (wilam)

loading...