Angkasa Pura 2

Terminal 3 Bandara Soetta Layani Penerbangan Internasional Mulai 1 April 2017

BandaraSelasa, 21 Februari 2017
fesyen show

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditargetkan melayani penerbangan internasional mulai 1 April 2017.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (AP) Muhammad Awaluddin mengatakan, persiapan terus dilakukan dari sisi custome, imigrasi maupuan karantina (CIQ). Termasuk persiapan peralatan X-ray, body scanner untuk custome maupun imigration.

“Tahapannya saat ini sudah memasuki verifikasi internal sampai nanti menjelang 1 April 2017, selanjutnya akan divalidasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub,” kata Awaluddin, usai peluncuran Digital Cinema di Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (20/2/2017).

Awaluddin menjelaskan, peluncuran perdana penerbangan internasional di Terminal III akan dimulai dengan maskapai Garuda Indonesia. Adapun tahap uji coba telah dilakukan secara bertahap. Misalnya yang berkaitan dengan simulasi alur traffic penumpang. “Kemarin, kami simulasi pada saat pesawat block on, garbarata berfungsi atau tidak. Termasuk untuk simulasi CIQ. Tahap awal penerbangan dilakukan satu maskapai Garuda Indonesia dulu. Nanti Mei, skyteam 8-9 maskapai internasional,” jelasnya.

Awaluddin menargetkan usai Idul Fitri 2017 atau tepatnya di Juli 2017, penerbangan internasional di Terminal III akan operasi secara penuh melalui 30 maskapai internasional. “Karena bulan Juni itu Idul fitri, traffic juga tinggi, maka kami kondisikan operasi full untuk penerbangan internasional pada Juli 2017,” ungkap dia.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini memiliki 13 proyek besar yang berjalam di lingkungan Bandara bernilai triliunan rupiah. Diantaranya pembangunan sisi udara landasan pacu atau runway Bandara senilai Rp625 miliar, pembangunan gardu induk berkapasitas 2×60 MVA dengan nilai investasi Rp223 miliar, pembangunan runway ke tiga bandara dengan penyediaan anggaran pembebasan sebesar Rp4 triliun, serta proyek pembangunan skytrain atau automatic people mover dengan investasi Rp950 miliar.

Dari sebanyak 13 proyek besar tersebut, satu proyek yakni pembangunan skytrain atau automatic people mover diharapkan bisa rampung ketika peluncuran penerbangan internasional per 1 April diluncurkan. “Karena pengoperasian penerbangan internasional ya syaratnya, harus ada skytrain itu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agoes Soebagyo mengatakan, tahapan persiapan verifikasi terus dilakukan di Direktorat Udara. “Tentu akan ada tahapan-tahapannya, baik dari sisi udara maupun dari sisi terminal daratnya. Tapi saya rasa kami tinggal menunggu sejauh mana kesiapan Angkasa Pura II,” ujar dia kepada KORAN SINDO di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Agoes menegaskan bahwa pihaknya di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub telah menerima surat dari Angkasa Pura II. “Kalau dibilang verifikasi sudah sedang berjalan. Nanti di Maret tinggal validasi mengenai item-item yang dipersyaratkan,” ungkapnya.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi, kata Agoes, misalnya dari sisi penerangan bandara. “Penerangan terutama untuk airside itu wajib. Jangan mati lampu. Termasuk item lain tentunya dari sisi daratnya juga demikian, harus seratus persen dipenuhi,” pungkas dia. (omy).