Angkasa Pura 2

90.000 Kapal Melintasi Selat Malaka Setiap Tahun, Dipasang Pemantau Pencemaran Laut Marine Electronic Highway

DermagaRabu, 22 Februari 2017
images (25)

DENPASAR (BeritaTrans.com) -Kementerian Perhubungan meningkatkan keamanan di jalur lalu lintas pelayaran Selat Malaka. Pasalnya, jalur tersebut termasuk yang paling ramai dan padat di Indonesia

Kepala Distrik Navigasi Tanjung Pinang Raymond Ivan mengatakan, lalu lintas kapal di Selat Malaka berdasarkan pemantauan vessel traffic system ( VTS) mencapai 80.000 sampai 90.000 kapal dalam setahun.

“Jumlah itu belum termasuk kapal-kapal kelas kecil yang tidak terdeteksi,” katanya di Denpasar, Rabu (22/2/2017).

Ditambah lagi, Selat Malaka termasuk jalur pelayaran yang sempit. Sehingga apabila terjadi insiden kapal, maka seluruh lalu lintas akan terganggu dan pasti disorot dunia internasional.

Karena alasan itu pula, di Batam dipasang sistem pemantau kelautan terpadu Marine Electronic Highway (MEH). Dia menjelaskan, fungsi MEH hampir mirip dengan VTS, tetapi MEH lebih mengutamakan perlindungan lingkungan maritim.

Caranya dengan mengamankan lalu lintas pelayaran agar tidak sampai terjadi kecelakaan yang bisa merusak lingkungan seperti tumpahan minyak dari kapal tangker.

MEH merupakan hibah dari organisasi kelautan internasional (International Maritime Organization/IMO). Sistem ini memiliki nilai 500 ribu euro atau sekitar Rp5,76 miliar.

Dengan adanya MEH, bila ada tumpahan minyak maka otoritas navigasi di Batam bisa membuat simulasi sehingga bisa diperkirakan radius tumpahan minyaknya.

“Di sana alurnya kecil. Jadi begitu ada kapal kandas semuanya terganggu. Makanya dibutuhkan teknologi seperti ini untuk mengontrol dan memantau,” pungkasnya. (ray/sumber bisnis.com).

loading...