Angkasa Pura 2

Garuda Raup 228 Juta Dolar AS Dari Angkut Kargo 340.000 Ton Tahun 2016

KokpitKamis, 23 Februari 2017
2017-02-23 22.05.19

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia Tbk optimistis tahun ini bisa meraup peningkatan bisnis kargo 23% dibandingkan pada 2016 lalu.

Direktur Kargo PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Sigit Muhartono mengatakan pada 2015-2016 pendapatan bisnis kargo bertumbuh 16%. Pendapatan pada 2016 ini kata Sigit mencapai angka 228 juta dolar AS dengan volume barang yang diangkut mencapai 340.000 ton.

“Tahun 2016 memang tahun konsolidasi, kita melihat ke dalam karena baru pertama punya direktorat kargo. Tetapi saat yang bersamaan kita kejar terus tahun ini 22 persen sampai 23 persen,” ungkap Sigit di kawasan pergudangan PT Bhanda Ghara Reksa, Kamis, 23 Februari 2017.

Dia mengatakan konsolidasi yang dilakukan adalah kerjasama dengan banyak perusahaan pelat merah lain yang fokus pada bisnis logistik.

Menurutnya rantai pasokan pengiriman perlu mengalami jalur yang efisien tanpa banyak menggelontorkan biaya investasi tambahan.

Karenanya, Garuda Kargo bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

“Era e-commerce sekarang ada pergeseran, orang membutuhkan barang dalam waktu cepat, dan Indonesia saat ini masih termasuk negara yang biaya logistik tertinggi dunia sehingga harga produk kita di dunia buruk,” ujar Sigit.

Garuda Indonesia baru memiliki sebanyak 70 kantor cargo service center (CSC) yang terdiri dari 46 kantor CSC berlokasi di bandara, dan sebanyak 24 kantor CSC lainnya berlokasi di pusat kota.

Selain itu, Garuda Indonesia juga telah memiliki layanan pengiriman barang door to door atau GO Express sejak 2009 yang lalu. Namun, layanan tersebut sempat vakum, dan baru aktif kembali pada 2013.

Dua tahun yang lalu, Garuda Indonesia juga sudah bekerjasama dengan PT Bhanda Ghara Reksa untuk jasa pergudangan di Palembang, Sumatera Selatan. Kerjasama tersebut sudah dimulai sejak dua tahun lalu, dengan mekanisme Garuda Kargo menjadi klien dari PT Bhanda Ghara Reksa.

Oleh sebab itu guna mengefisiensi biaya, Garuda Indonesia menandatangani kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Bhanda Ghara Reksa untuk integrasi layanan logistik port to door dengan 600 jaringan warehouse di Indonesia.

Selain dengan BGR, Garuda Indonesia juga mengandalkan PT Pos Indonesia untuk mengelola jaringan logistik dengan ribuan outlet Posindo yang tersebar ke pelosok Indonesia.

Jikalau 50 persen dari total kantor cabang Pos Indonesia itu bisa menjadi outlet kargo Garuda, diperkirakan nilai pendapatan tambahan yang bisa diraup maskapai mencapai US$50 juta per tahun.

Sigit sempat menargetkan pendapatan kargo Garuda pada 2017 ini bisa mencapai US$285 juta-US$296,4 juta atau naik 25-30 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Namun dengan alasan konsolidasi internal target tersebut diturunkan menjadi 23 persen.

Selama ini, pelayanan door to door Garuda Indonesia dikerjakan oleh anak usaha PT Aero Express. (lia/sumber bisnis.com).