Angkasa Pura 2

Sekilas Istilah Dalam Kepelabuhanan

DermagaKamis, 23 Februari 2017
images (2)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berikut ini disajikan sekilas pengertian dari istilah-istilah di pelabuhan. Semoga bermanfaat.

Ultra Large Crude Carrier (ULCC) Kapal angkut minyak kapasitas besar, berbobot mati antara 350.000 ton sampai dengan 550.000 ton.

Under Keel Clearence: Jarak atau batas kedalaman di bawah lunas kapal terhadap dasar perairan.

Valuation Scale: Digunakan untuk menghitung uang tambang yang didasarkan atas harga barang per ton/m3.

Value of Service Principle: Prinsip penetapan tarip angkutan berdasarkan tinggi rendahnya manfaat jasa angkutan untuk komoditi tertentu.

Vagetable Oil Tank Farm: Suatu daerah untuk menampung minyak nabati di dalamtanki-tanki penyimpanan, biasanya terletak di dekat dermaga dan dihubungkan oleh suatu jaringan pipa.

Veem: Usaha penyelenggaraan muatan sebelum dan sesudah pengapalan.

Very Large Crude Carrier (VLCC): Kapal angkut minyak kapasitas besar, berbobot mati antara 100.000 ton sampai dengan 350.000 ton.

Warehouse: Gudang penampungan barang yang dapat tediri dari satu tingkat atau beberapa tingkat.

Wet Bulk Cargo: Barang-barang yang dikirimkan dalam bentuk curah atau dalam bentuk cair seperti, minyak, anggur, gas dan semacamnya.

Wharf Ladder: Tangga atau jembatan yang dipergunakan sebagai lintasan penghubung antar geladak kapal atau dermaga dengan geladak kapal.

Working Days minus (-) Weather: Hari kerja yang dihitung dari kondisi normal dikurangi permitting (WD-WP) waktu labuh. Merupakan persyaratan dalam satu charter perjalanan (voyage).

Weather Working Days (WWD): Hari kerja normal yang lazimnya diterapkan di suatu pelabuhan dikaitkan dengan cuaca.

Wing Hatch: Bagian palka sebelah dalam (sudut).

Work scheadule: Jadwal kerja.

Yard Throughput: Jumlah bongkar/muat komoditas atau petikemas melalui suatu lapangan (yard) untuk masa periode tertentu.

Tanker Kategori kapal dengan sebuah geladak yang terdapat tangkitangki yang tersusun secara integral maupun terpisah yang digunakan untuk mengangkut curah cair.

Tallying: Pekerjaan pemeriksaan barang dalam perjalanan sebelum dimuat ke kapal atau turun dari kapal (pekerjaan menghitung barang /muatan setiap pergerakan/pindah).

Twenty Equivalent Units (TEU): Sebuah satuan ekivalen dari petikemas, dimana 1 TEU adalah 1 petikemas dengan ukuran dua puluh kaki.

Time Charter (T/C): Kapal yang dapat disewa dengan batas waktu tertentu.

Time Sheet: Memuat perhitungan waktu dan akan terlihat waktu yang diijinkan dan yang terpakai, kelebihan atau penghematan waktu.

Tier: Susunan penumpukan muatan.

Tool Port: Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menyediakan, menyiapkan dan mengusahakan prasarana serta sarana kepelabuhanan, pelaksanaan kegiatan pelayanan jasa terhadap kapal danbarang dilaksanakan oleh Badan Hukum Indonesia (BHI) selaku operator.

Tractors: Alat penggerak yang digunakan terutama untuk menggerakkan trailers di lokasi Pelabuhan atau di lapangan penumpukan petikemas.

Trailer: Alat tak bermotor yang bisa memindahkannbarang atau petikemas di areal Pelabuhan
Tramper Kapal dengan tujuan, rute dan jadwal tidak tetap.

Transit Shed: Gudang tertutup di Pelabuhan yang terletak di dekat dermaga untuk menyimpan barang yang akan didistribusikan ke darat atau yang sedang mengalami penundaan pengapalan.

Trucking/Haulage: Pekerjaan mengangkut petikemas dengan menggunakan trailer/chasis dalam daerah kerja pelabuhan dari lambung kapal ke lapangan penumpukan petikemas atau sebaliknya, atau dari lapangan penumpukan ke depan pintu gudang penumpukan barang (CFS) atau sebaliknya.

Tug Boat: Kapal tunda, yang berfungsi untuk menarik atau mendorong kapal atau segala sesuatu yang mengapung, fungsi lainnya untuk menolong kapal dalam bahaya, memadamkan kebakaran di laut, memerangi polusi/ pencemaran, dan sebagainya.

Tug Master: Sebuah traktor di areal pelabuhan yang menarik trailer,bermuatan kargo/petikemas atau Slave Trailer, biasanya beroperasi di areal Pelabuhan atau di areal penumpukan, petikemas.

Turning Basin: Perairan di dalam pelabuhan atau pelataran dari alur pelayaran dimana kapal diperkenankan untuk berputar.

Tween Deck: Palka tengah-tengah.

Tween Screw: Kapal berbaling-baling ganda.

Sagging: Lengkung lembah, terlalu banyak menaruh muatan ditengah maka bagian kapal akan melengkung ke bawah.

Salvage Award: Uang jasa pertolongan, pembayaran yang dilakukan terhadap pihak yang menolong sebuah kapal yang mengalami musibah.

Semi Container/Pallet Vessel : Jenis kapal yang dapat mengangkut muatan secara breakbulk, pre-slung, atau unit-unit pre-pallet, dapat juga mengangkut petikemas dalam palka yang terbuka dan di atas dek.

Ship Arrival Time: Waktu kedatangan sebuah kapal di dermaga dan pelabuhan tertentu.

Single Buoy Mooring: Pelampung pengikat dimana kapal tanker dapat muat/bongkar muatannya melalui pipa di pelampung tersebut yang menghubungkan ke daratan atau sumber pasokan.

Single Screw: Baling-baling kapal tinggal satu unit.

Shore Equipment: Peralatan di dermaga.

Short Term Storage: Penumpukan/penyimpanan barang untuk jangka waktu pendek.

Shipper: Pengirim barang

Ship Departure Time: Waktu keberangkatan sebuah kapal di dermaga tertentu dan Pelabuhan tertentu.

Ship’s Derrick: Derek-derek kapal, alat untuk mengangkat /menurunkan barang dari dan ke kapal.

Shipping Lines: Perusahaan yang mengoperasikan kapal.

Sailing List: Daftar Pelayaran yang dimiliki oleh pemilik kapal dari Pelabuhan tertentu.

Sailing Schedule: Jadwal pelayaran yang berisi tentang informasi Pelabuhan yang disinggahi, tanggal/jam kedatangan dan keberangkatan, nama kapal dan beberapa informasi yang relevan.

Ship Security Assesment (SSA): Analisis dari pengamanan dan ancaman terhadap kapal oleh perusahaan.

Ship Security Plan (SSP): Dokumen dari kapal berdasarkan SSA yang menerangkan peralatan, tindakan serta prosedur yang dilaksanakan untuk memelihara keamanan dalam kapal.

Ship Security Officer (SSO): Perwira/petugas kapal yang bertanggung jawab bahwa SSP dilaksanakan tiap waktu, baik sedang Ship Security berlayar maupun berada di pelabuhan.

Security level 1 : Tingkatan keamanan minimum yang harus dilakukan sepanjang waktu.

Security level 2 :Tingkatan keamanan dimana diperlukan tambahan tindakan pengamaan untuk suatu jeda waktu tertentu sebagai akibat dari peningkatan ancaman keamanan.

Security level 3: Tingkatan keamanan dimana tindakan keamanan tambahan akan diberlakukan untuk masa waktu tertentu dimana kemunkinan ancaman keamanan besar akan terjadi meskipun masih belum diketahui dengan pasti untuk menentukan tujuan sasaran yang mana.

Slave Trailer Trailer: dengan sisi-sisi rendah yang digunakan untuk memindahkan petikemas dalam area pelabuhan, atau untuk menempatkan barang-barang pada dek mobil dari sebuah kapal ke dermaga atau sebaliknya.

SOLAS Safety of Life at Sea Convention 1974/1978, yang membahas aspek keselamatan kapal, termasuk konstruksi, navigasi dan komunikasi.

Spotting : Pekerjaan identifikasi sebuah kargo di dalam lantai kapal atau di dermaga yang dilakukan oleh operator crane, sebelum dilakukan pemindahan barang baik dari kapal ke dermaga atau sebaliknya.

Stacking: Area Tempat penumpukan petikemas, dalam hal ini bisa berarti di pelabuhan atau di lapangan (Container Freight Station).

Stacking Factor: Faktor yang dipakai untuk mencapai penumpukan tertentu yang diijinkan.

Steack Height: Tinggi penumpukan barang.

Stevedores: Orang yang ditugasi untuk melaksanakan Transhipment barang-barang di pelabuhan.

Stevedoring: Pekerjaan membongkar petikemas dari dek/palka ke atas chasis, atau memuat dari dermaga/chasis ke atas dek/ke dalam palka kapal dengan menggunakan crane kapal/darat.

Stevedoring Gear: Peralatan mekanis bongkar muat.

Shifting: Pekerjaan pemindahan petikemas dari satu tempat ke tempat lain dalam petak kapal (bay) yang sama, atau ke petak kapal yang lain dalam kapal yang sama atau dari satu petak kapal ke dermaga dan kemudian menempatkan kembali ke kapal semula.

Stacking: Pekerjaan penyusunan petikemas di terminal petikemas.

Stuffing: Pekerjaan memuat barang dari dalam gudang penumpukan (CFS) atau dari truck sampai disusun dalam petikemas.

Stripping: Pekerjaan membongkar barang dari petikemas sampai disusun di dalam gudang penumpukan (CFS) atau ke atas truk.

Storage Area: Sebuah tempat yang diperuntukkan sebagai tempat menyimpan barang-barang.

Stowage Factor Faktor yang digunakan untuk menentukan berapa kubikasi ruangan yang terpakai untuk muatan 1 ton.

Stowage Plan: Rencana/posisi muatan didalam suatu palka.

Supervisi Cargo Handling; Pengawas bongkar muat.

Straddle Carriers: Peralatan penanganan barang yang digunakan untuk memindahkan pipa, kayu atau petikemas yang pusat gerak mekanisnya terletak di sisi laut (kapal).

Stripped: Pekerjaan pembongkaran barang dari petikemas.

Stuffing: Kebalikan dari Stripped, adalah pemuatan barang ke dalam petikemas.

STCW Standard of Training Certification and Watchkeeping of Seafarers Convention 1978, yang berisi persyaratan minimum pendidikan atau pelatihan yang harus dipenuhi oleh anak buah kapal (ABK) untuk bekerja sebagai pelaut.

Statement of Fact: Mencatat semua kejadian, sejak kapal tiba sampai dengan kapal berangkat
Summer Draft: Sarat kapal pada musim panas menurut peraturan lambung timbul (freeboard).

Salt Water Arrival Draft (SWAD): Sarat air laut pada saat kedatangan kapal di tempat tujuan.

Safe Working Load (SWL): Beban kerja yang aman ( batas kemampuan daya angkatyang diijinkan).

Quay: Dermaga tempat dimana kapal melakukan bongkar/muat barang.

Ramp: Suatu fasilitas yang menghubungkan dermaga dan kapal untuk memudahkan kendaraan bisa keluar/masuk ke kapal (ferry) secara horisontal (roll on/roll off).

Ratio Date: Tanggal dimana sebuah kapal sudah harus berada di suatu tempat.

Red Channel: Pintu gerbang yang harus dilalui oleh setiap penumpang beserta barang bawaannya yang harus dideklarasikan pada pabean.

Realocation: Realokasi, pekerjaan pengaturan/penempatan kembali petikemas yang masuk di terminal petikemas sesuai perencanaan.

Restricted Areas: Daerah-daerah terbatas/terlarang, mencegah masuknya orang-orang yang tidak berwenang guna melindungi fasilitaspelabuhan dan kapal
Resources Allocation : Alokasi sumber-sumber tenaga dan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan operasional.

Roll On/Roll Off: Terminal Terminal laut untuk kapal yang membutuhkan geraka nhorisontal saat kendaraan keluar/masuk dari dan ke kapal, termasuk untuk barang yang melalui suatu fasilitas yang disebut dengan ramp.

Roll-on, Roll-off (Ro-Ro): Jenis kapal yang didesain untuk muat bongkar barang ke kapal di atas kendaraan.

Particular Average: Suatu pertanggungjawaban yang melekat pada polis asuransi maritime yang berkaitan dengan kerusakan tertentu, kehilangan sebagian (tidak dengan sengaja) atau secara langsung diakibatkan oleh risiko-risiko yang termasuk dalam cakupan kerugian yang dinyatakan dalam kontrak pembelian asuransi.

Panamax Class: Kapal dengan ukuran terbesar yang dapat melewati terusan Panama, ukuran kapal lebih kurang 60.000 DWT dan lebar kapal tidak melebihi 32 meter.

Passenger Ship: Kapal penumpang.

Passenger Terminal: Terminal yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melayani penumpang seperti imigrasi, pabean, ruang tunggu, kantin dan sebagainya.

Pallet: Platform dari kayu atau rangkaian dari plat baja denganukuran 1.000mm X 1.200mm dimaksudkan untuk pengepakan barang-barang agar mudah untuk pengapalannya atau gerakannya ke darat.

Pier: Dermaga yang menjorok ke arah perairan atau tegak lurus ke arah pantai.

Plimsoll Mark: Markah kambangan atau tanda batas daya muat kapal dan garis batas summer draft di laut, yang terdapat di kiri/kanan kapal.

Port Dues: Sejumlah biaya yang dikenakan pada kapal yang masuk ke pelabuhan, perhitungan berdasarkan pada GRT kapal.

Port Facility Security Plan (PFSP): Rencana yang dikembangkan agar tindakan dan pelaksanaan telah dibuat sedemikian rupa untuk melindungi fasilitas di pelabuhan termasuk kapal, manusia, barang, pengangkutan dan pengerjaan barang di pelabuhan agar terhindar dari kejadian yang mengganggu atau merusak.

Port Facility Security Officer (PFSO): Petugas yang bertanggung jawab terhadap pengembangan, pelaksanaan, perbaikan dan pemeliharaan fasilitas keamanan pelabuhan serta hubungan dengan petugas keamanan perusahaan (CSO) dan petugas keamanan kapal (SSO).

Protection and Indemnity Club: Asuransi bersama para pemilik/operator kapal untuk (P & I Club) menutup risiko yang tidak dapat diasuransikan pada perusahaan asuransi.

Port of Refuge: Pelabuhan dimana kapal dapat labuh jangkar dengan aman pada cuaca laut yang jelek, misalnya pada saat badai.

Port Traffic Operation: Sistem operasi yang mengatur lalu lintas keluar masuk kapal di pelabuhan, untuk beberapa pelabuhan bisa juga berarti pengaturan distribusi barang-barang di darat dari dan ke pelabuhan dengan menggunakan truk atau kereta api.

Pre-Slinging: Perakitan kotak-kotak kargo di dermaga sebelum dimuat ke kapal.

Occasional Surcharge: Biaya tambahan yang dikenakan untuk kondisi dan kejadian tertentu yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional.

Oil/Bulk/Ore (OBO): Pengangkut barang curah multi purpose.

Oil/Bulk Terminal: Dermaga atau terminal di pelabuhan yang dilengkapi dengan peralatan untuk menangani transhipment barang atau minyak.

Oil Terminal: Dermaga atau terminal di pelabuhan yang dilengkapi dengan peralatan untuk menangani transhipment minyak.

Opening Date: Tanggal atau hari tercatat dimana barang bisa diterima untuk dikapalkan secara liner pada suatu pelayaran tertentu.

Open Dock System : Suatu sistem dok di sebuah pelabuhan yang dipengaruhi oleh variasi pasang surut.

Operating Port : Pelabuhan yang menyediakan dan menyiapkan prasarana, sarana dan peralatan mekanik serta melaksanakan seluruh kegiatan usaha pelayanan jasa kapal dan barang.

Outward Clearence: Pemeriksaan kepabeanan dari suatu kapal sebelum kapal yang bersangkutan keluar dari pelabuhan.

Out Turn Report: Laporan yang menggambarkan secara detail barang-barang yang diturunkan dari petikemas.

Overbrengen: Angsuran, pekerjaan pemindahan dari tempat penumpukan ke tempat penumpukan lainnya yang meliputi lift on di tempat asal, trucking dari tempat asal ke tempat baru dan lift off di tempat baru.

Overside Discharge: Pembongkaran barang langsung antar kapal ke kapal yang lebih kecil melalui samping kapal dengan menggunakan derek kapal. (ray).

loading...