Angkasa Pura 2

Hadeh…Pesawat Boeing 777 Pakistan Airlines Kelebihan Penumpang, 7 Orang Terpaksa Berdiri Di Penerbangan Karachi-Madinah

KokpitSabtu, 25 Februari 2017
images (14)

ISLAMABAD (BeritaTrans.com) — Manajemen maskapai penerbangan Pakistan Internasional Airlines (PIA) tengah melakukan penyelidikan terkait tujuh penumpang yang dipaksa berdiri dalam penerbangan dari Karachi ke Madinah, Arab Saudi.

Padahal, ketujuh penumpang itu sudah membeli tiket dalam penerbangan selama empat jam pada 20 Januari lalu.

PIA tetap menaikkan penumpang ke pesawat dengan kode penerbangan PK-743 meski kursi sudah penuh terisi. Hal ini merupakan sebuah pelanggaran aturan keselamatan penerbangan.

Menurut sejumlah sumber, pihak manajemen, pilot, kru kabin senior, bagian penjualan tiket, dan para staf lainnya saling menyalahkan terkait insiden memalukan itu.

Pesawat Boeing 777 itu memiliki kursi untuk 409 orang penumpang, tetapi akibat sebuah kelalaian, PIA menjual tiket untuk 416 penumpang.

“Masalah ini masih dalam penyelidikan dan siapa pun yang bersalah akan terkena sanksi,” ujar juru bicara PIA Danyal Gilani kepada harian The Express Tribune dan dikutip kompas.com.

Sementara itu, Kapten Anwer Adil yang menerbangkan pesawat itu pada 20 Januari mencoba membela diri dalam masalah ini.

“Setelah tinggal landas, saya keluar dari kokpit dan kru senior memberi informasi ada penumpang tambahan yang dimasukkan oleh staf darat,” ujar Adil.

Adil mengatakan, para penumpang tambahan itu memang menolak kursi tambahan saat check-in di bandara Karachi.

“Bagian pendaftaran penumpang tidak memberi tahu adanya penumpang tambahan sebelum pintu pesawat ditutup. Jadi setelah take-off, saya tak mungkin lagi kembali ke Karachi,” tambah Adil.

“Sebab, jika saya harus segera kembali ke bandara maka saya harus membuang banyak bahan bakar dan itu tak disukai manajemen,” Adil menegaskan.

Adil melanjutkan, sebenarnya kru kabin senior yang memastikan bahwa jumlah penumpang sesuai dengan dokumen penerbangan.

“Jika ada penumpang tambahan, dia seharusnya tidak menerimanya. Dia seharusnya tidak menutup pintu saat jumlah penumpang tak sesuai dengan dokumen,” lanjut Adil.

Para staf di bandara juga harus bertanggung jawab karena mereka harus memastikan hanya penumpang yang sudah terdaftar dalam dokumen yang bisa naik ke dalam pesawat. (lia).

loading...