Angkasa Pura 2

Nyoman Minta Koperasi TKBM Priok Sikapi Rencana Penataan Buruh Secara Profesional

DermagaSabtu, 25 Februari 2017
20170207_101731-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok harus siap menghadapi perubahan sebagai dampak kemajuan teknologi ternasuk tuntutan regulasi yang menghapuskan monopoli.

Hal itu ditegaskan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputra kemarin saat ditanya soal isu penataan TKBM termasuk menghapuskan monopoli koperasi dalam pengelolaan buruh di pelabuhan.

Nyoman mengatakan regulasi program penataan TKBM secara (nasional) sampai kini belum keluar. ” Tapi kalau aturan tersebut sudah keluar apa pun isinya termasuk penghapusan monopoli, Koperasi TKBM harus siap,” tambahnya.

Nyoman mengatakan Koperasi TKBM khususnya di Pelabuhan Tanjung priok tidak usah menyikapi rencana penataan TKBM dengan cengeng. Tapi harus menyikapinya dengan meningkatkan profesionalisme seperti semua anggotanya memiliki sertifikasi profesi agar siap bersaing baik secara nasional mau pun dengan buruh dari negara kawasan ASEAN.

Dia mengatakan program rasionalisasi TKBM harus dilanjutkan karena kemajuan teknologi bongkar muat barang di pelabuhan berdampak pada penggunaan tenaga manusia semakin berkurang.

Apalagi kalau nanti menerapkan teknologi seperti di Terminal Teluk Lamong Pelindo III, kegiatan bongkar muat dilakukan secara otomatis dikendalikan dari ruangan. Tidak ada lagi TKBM di lapangan.

Juga soal monopoli sudah tidak mungkin dipertahankan. Karena UU no 5 Tahun 1999 melarang praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

“Bahkan Senin (27/2/2017) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk melihat praktek bongkar muat di Priok apakah termasuk monopoli atau tidak,” kata Nyoman. (wilam)