Angkasa Pura 2

KA Angkutan Barang Kurang Kompetetif Karena Dibebani TAC dan PPn

Emplasemen KoridorSenin, 27 Februari 2017
IMG-20170227-WA0031

JAKARTA (Beritatrans.com) – Angkutan barang dengan kereta api (KA), saat ini memang kalah kompetitif dibandingkan dengan trucking terutama untuk zone di bawah 500 km. Hal ini dikarenakan tarif kami masih di bebani oleh TAC (track acces charge) sebagai PNBP pemerintah dalamm hal ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPn) 10 %.

“Hasil penelitian Rondrigue and Comfois (2006), menyatakan angkutan jalan paling rendah biayanya untuk jarak sampai dengan 500 km, untuk angkutan kereta api antara 500 km sampai dengan 700 km dan untuk angkutan laut untuk jarak lebih dari 700 km adalah yan paling rendah biayanya,” kata Kepala Lab T4ansoortasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Senin (27/2/2017).

Sedangkan untuk trucking, lanjut dia, tidak kena charge waktu lewat jalan darat dan tidak terkena PPn untuk traksaksi. “Selain itu trucking bisa melayani konsumen door to door. Dengan begitu banyak konsumen sulit beralih ke moda lain termasuk KA.

Biaya TAC mencapai 18 -24 persen dari biaya operasi. Oleh karena itu, perlu peninjauan kembali Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK.03/2012 tentang Jasa Angkutan Umum di Darat dan Jasa Angkutan Umum di Air yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

“Saat ini, slot lintas utara double track KA baru terpakai 50-60 persen dari kapasitas lintas yang di rencanakan,” jelas Djoko yang juga Ketua MTI Jawa Tengah tersebut.

Sementara, menurut Djoko, anggaran perbaikan jalan di pantura Pulau Jawa masih cukup tinggi, tepatnya untuk APBN 2017 mencapai Rp1,08 triliun untuk ruas jalan sepanjang 1.533,5 km.

“Perlu kesetaraan kebijakan, supaya tidak ada pemborosan infrastruktur yang sia-sia dan APBN terlalu memberatkan masyarakat dan dunia usaha,” tegas Djoko.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari