Angkasa Pura 2

Polisi Kawal Unjuk Rasa Pekerja Outsourcing Ke Istana

Aksi PolisiSelasa, 28 Februari 2017
IMG-20170227-WA0008-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengamanan dan pengawalan aksi unjuk rasa yang dilakukan pekerja outsourcing di antaranya tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) menuju istana, Senin (27/2/2017).

Massa pekerja atau buruh yang berjumlah sekitar 360 orang tersebut terdiri dari massa Kopkarpel dengan Korlap Asrula Gultom, perwakilan pekerja Serikat Pekerja Container (SPC), Jakarta International Container Terminal (JICT), dan Multi Terminal Indonesia (MTI) yang tergabung dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) dengan Korlap Rio Wijaya.

Aksi menuju Istana tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Jokowi antara lain menolak karyawan outsourcing dan menunut diangkat sebagai karyawan tetap serta minta kekurangan pembayaran upah dan upah lembur.

Pengamanan di bawah pimpinan Kapolres Jakarta Utara Kombes M.Awal Chairudin dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Roberthus Yohanes De Deo dengan memberikan pengarahan dan himbauan untuk tidak melakukan Long March menuju Istana.

Himbauan tersebut disampaikan kepada Korlap Kopkarpel Asrula Gultom dan FPPI sdr Rio dikarenakan akan membuat macet Ibukota sekaligis mengganggu arus lalulintas.

Sempat terjadi mediasi antara Polri dengan perwakilan pekerja karena ipengunjuk rasa ingin melakukan Long March menuju istana.

Akhirnya disepakati pegunjukrasa dipersilahkan menaiki kendaraan yang sudah disiapkan Polri dan bila sudah dekat Istana dipersilahkan Long March dengan pengawalan sampai ke istana.

Pengawalan dilakukan Polisi agar tidak terganggunya kegiatan ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok dan tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas menuju Istana. (wilam)