Angkasa Pura 2

Lagi Rampok Ikan, Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap Ditpolair Polda Aceh

images (8)

BANDA ACEH (BeritaTrans.com) – Personel Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Aceh menangkap kapal nelayan berbendera Malaysia KM PKFB 1488 merampok ikan di perairan Indonesia tepatnya 50 mil dari daratan pantai Kuala Langsa.

Dalam penangkapan bersama petugas Ditpolair Baharkam Polri itu, seorang nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK) tersebut ikut diamankan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan SH MH menyebutkan identitas keempat orang itu, yakni Sakon (53), warga asal Thailand ini bertindak sebagai nahkoda. Tiga lagi ABK, yaitu Phansari (68), warga Thailand serta Penh (37) dan Phearin (35) yang keduanya asal Kamboja.

“Selain nahhoda dan ketiga ABK kapal nelayan ini, petugas juga menyita kapal KM PKFB 1488, dokumen kapal, empat paspor, jaring pukat tunda, ikan campuran 45 kg, GPS, dan radio marines kompas,” sebut Goenawan saat konferensi pers di Ditpolair Polda Aceh, Selasa (28/2/2017).

Adapun kronolgis penangkapan kapal itu, kata Goenawan sekitar pukul 08.00 WIB oleh Kapal KP Bittern 3016 Ditpolair Baharkam Polri yang patroli di perairan Langsa.

Petugas mencurigai sebuah kapal kayu yang sedang menangkap ikan, sehingga mereka mendekati kapal tersebut.

“Pada saat petugas mendekat, kapal nelayan asing itu kabur, sehingga dikejar oleh petugas yang akhirnya kapal itu ditangkap,” kata Goenawan.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Aceh AKBP Sukamat SH SIK MH, menambahkan setelah diperiksa, kapal itu ternyata mencuri ikan menggunakan pukat tunda (trawl net), di samping tidak memiliki izin dan telah melanggar ketentuan serta perundang-undangan menangkap ikan di perairan Indonesia.

“Kapal berbendera Malaysia itu kemudian ditarik ke dermaga Kuala Langsa, Kota Langsa, untuk penyidikan lebih lanjut,” tambah Sukamat.

Masih menurut Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Aceh AKBP Sukamat, pihaknya akan menyerahkan penanganan perkara ini ke penyidik PPNS Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pos di Perwakilan Belawan.

“Para pelaku yang melakukan kegiatan mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia ini melanggar Pasal 92 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” demikian Sukamat. (lia/sumber tribunnews.com).