Angkasa Pura 2

Mengintip Program Ditjen Udara Sepanjang 2017

Bandara Ekonomi & Bisnis KokpitKamis, 2 Maret 2017
IMG-20170225-WA0020

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sepanjang tahun 2017, Ditjen Perhubungan Udara menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, tengah menyiapkan berbagai program.

“Diantaranya program peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan, program peningkatan kualitas pelayanan, dan program peningkatan kapasitas,” kata Agus di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Untuk program peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan, disebutkan Agus, beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya pemenuhan pagar pengaman di 127 lokasi. Fasilitas keamanan (X-ray) di 58 lokasi. Kendaraan PKP-PK di 32 lokasi. Pemenuhan Runway End Safety Area (RESA) dan Obstacle di 6 lokasi.

“Selain itu, Airfield lighting system (AFL) di 13 lokasi.Peningkatan Kualitas Inspektur Penerbangan (rekomendasi ICAO dan FAA), dan Multiyears Contract satu paket untuk Pengadaan pesawat helikopter kalibrasi dilengkapi dengan FIS di Balai Besar Fasilitas Kalibrasi Penerbangan,” kata Agus.

Sedangkan untuk program peningkatan kualitas pelayanan, lanjut Agus, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan tersebut, yakni pengembangan bandara perbatasan di 29 lokasi. Pengembangan bandara pembuka daerah terisolir di 49 lokasi. Pengembangan bandara di daerah rawan bencana di 59 lokasi. Pelapisan runway di 5 lokasi. Pelayanan subsidi penerbangan perintis di 193 rute sesuai dengan SKEP 353 tahun 2016.

Selanjutnya, pelayanan subsidi angkutan BBM perintis di 9.205 rute sesuai dengan SKEP 353 tahun 2016. Subsidi angkutan udara perintis kargo di 15 rute. Subsidi angkutan BBM kargo di 1.043 rute dan tingkat ketepatan waktu (On time performance/ OTP) mencapai 85 persen.

“Untuk peningkatan kapasitas, beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya pembangunan bandara baru di 12 lokasi, perpanjangan landas pacu (runway) di delapan lokasi,” ungkap Agus.

Ditjen Udara juga akan melakukan pembangunan terminal bandara di tiga lokasi dan menargetkan jumlah penumpang yang diangkut mencapai 115.809.621 penumpang.

“Terdiri dari 95.940.890 penumpang domestik dan 19.868.731 penumpang luar negeri,” imbuh Agus.

Dia berharap, program-program tersebut dilaksanakan sesuai target. Baik dalam hal waktu maupun kualitas dan kuantitasnya.

“Untuk itu saya harapkan para Kuasa Pengguna Anggaran pada masing-masing Satuan Kerja untuk bekerja cepat, cermat dan bersungguh-sungguh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan sampai ada penyimpangan-penyimpangan. Karena semua ini menyangkut kepentingan masyarakat serta bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Agus. (omy)

loading...