Angkasa Pura 2

Stasiun Tuntang dan Rencana Reaktivasi Jalur KA Tuntang-Kedungjati

Destinasi EmplasemenSenin, 6 Maret 2017
IMG-20170306-WA0010

SEMARANG (Beritatrans.com) – Stasiun Tuntang, Kabipaten Semarang Jawa Tengah dibangun tahun 1871 oleh Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), perusahaan perkeretaapian swasta di masa Pemerintahan Hindia Belanda.

Lokasinya berjarak 150 meter dan nampak dari jalan raya Semarang-Surakarta. Satsiun ini, dulunya merupkan stasiun yang cukup ramai penumpang.

“Kini, seiring dengan ditutupnya jalur Yogya-Magelang-Ambarawa-Semarang, Stasiun Tuntang menjadi sepi penumpang,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijpranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com, Senin (6/3/2017).

Namun sekarang kondisi sudah mulai ramai, terutama di akhir pekan atau liburan. Ada kereta wisata Ambarawa-Tuntang (9 km) sehari bisa 3 kali perjalanan. “Stasiun Tuntang berada di tepi Sungai Tuntang, juga akan terhubung dengan Stasiun Kedungjati sejauh lebih kurang 30 km,” jelas Djoko lagi.

Dikatakan, pengerjaan fisik sudah dimulai sejak 2014. Namun ada hambatan, karena ada kondisi lahan yang kurang mendukung, sehingga perlu waktu untuk proses konsolidasi tanah tersebut.

Sepanjang jalur sudah dibersihkan dan dilakukan pekerjaan tanah, program reaktivasi jalur KA dari Ambarawa-Tuntang-Kedungjati cepat terwujud. “Rel dan bantalan juga sudah disiapkan beberapa waktu lalu,” kilah akademisi senior itu.

IMG-20170306-WA0008

Dibawah Tol Bawen-Salatiga

Sejumlah perlintasan sebidang dihilangkan dan membangun terowongan. Bahkan, menurut Djoko, ada ruas yang di atasnya melintas Jembatan Tol Tuntang yang merupakan bagian dari ruas Tol Bawen-Salatiga.

Harapannya, tahun 2018 sudah bisa terhubung dengan Stasiun Kedungjati. Implikasinya, jalur Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa dapat aktif kembali.
Selanjutnya, pelayanan angkutan umum massal di jawa Tengah akan semakin baik lagi.

“Perencanaan reaktivitasi ini sudah dimulai tahun 2012 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemhub. Ditunggu realisasi penyekesaian proyek itu sekaligus kembali beroperasinya KA Tuntang-Kedungjati,” tegas Djoko.(helmi)