Angkasa Pura 2

Sambil Tunggu Pemenang Lelang, Pelni Ditunjuk Operasikan Kapal Ternak

DermagaSelasa, 7 Maret 2017
kapal ternak

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemhub) menunjuk PT Pelni untuk sementara melanjutkan operasinal kapal ternak Cemara Nusantara I, yang selama ini digunakan untuk mengangkut ternak dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Bay M Hasani mengemukakan penunjukan sementara itu dengan banyak argumentasi antara lain menjaga ketersediaan kapal ternak, sehingga pengangkutan ke Pulau Jawa tetap terselenggara dengan baik.

“Hal lainnya adalah karena tender kapal ternak belum tuntas. Belum dapat ditentukan maskapai pelayaran yang menjadi pemenangnya. Kebetulan Pelni merupakan salah satu peserta lelang,” ungkapnya kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Selasa (7/3/2017).

Mengenai besaran nilai lelang, mantan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok itu mengemukakan berkisar Rp17 miliar. “Nilai tepatnya saya tidak hafal. Kira-kira sebesar itu,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Ricard Djami, di Kupang, Selasa (7/3/2017), menjelaskan kapal ternak sudah beroperasi kembali mengangkut ternak ke Pulau Jawa pekan lalu.

Sedangkan Kepala PT Pelni Cabang Kupang Adrian mengakui, penunjukan PT Pelni sebagai pengelola pada 24 Februari 2017 setelah proses tender gagal mendapatkan pemenang.

Adrian bahkan menyebutkan, menganggurnya kapal tersebut selama dua bulan membuat Menteri Perhubungan sempat geram. Karena itu, Kementerian Perhubungan meminta Pelni untuk mengoperasikan dulu kapal itu sampai ada penetapan pemenang lelang.

Mengenai penunjukan langsung, dia mengatakan, belum ada peraturan presiden tentang penunjukan langsung pengelolaan kapal ternak ini, sehingga tetap harus melalui mekanisme lelang umum.

Namun, sejak lelang dibuka Kementerian Perhubungan, hanya PT Pelni saja yang mendaftarkan diri. Tidak ada perusahaan lain yang berminat untuk mengelola kapal tersebut, sehingga lelang dinyatakan batal.

“Dua kali lelang hanya PT Pelni saja yang mendaftar. Aturannya harus lelang ulang lagi, tetapi karena kapal sudah menganggur selama dua bulan, dan dari daerah sudah mengeluh, Pak Dirjen Perhubungan Laut perintahkan Pelni untuk jalankan saja kapal ini sampai ada penetapan pemenang lelang,” katanya.

Menurut dia, PT Pelni sama sekali tidak keberatan karena sudah berpengalaman mengelola kapal ini pada tahun 2016 lalu. Dia mengatakan kapal sudah satu kali mengangkut ternak sapi pekan lalu dan diperkirakan tiba di Pulau Jawa dalam satu atau dua hari ke depan.

“Jumlah ternak sapi yang diangkut sebanyak 500 ekor atau sesuai dengan kapasitas angkutan kapal,” katanya.

RIBUAN SAPI TERTAHAN
Sebelumnya diberitakan ribuan ekor sapi milik sejumlah pengusaha sapi di daratan Pulau Timor yang akan dikirim ke DKI Jakarta dan provinsi lain di Indonesia tertahan di Balai Karantina Hewan Tenau Kupang akibat belum beroperasi Kapal Tol Laut Camara Nusantara I.

“Belumnya beroperasi kapal tersebut akibat tender pengadaan sapi dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan untuk tahun 2016 telah berakhir Desember lalu,” kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi, di Kupang, Kamis (23/2/2017).

Secara aturan, menurutnya, proses pemenangan tender untuk memulai kontrak baru dan pemenang tender baru tahun 2017 dikendalikan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Karena itu, masalah Kapal Cemara Nusantara I yang belum beroperasi bukan menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari Pemerintah Provinsi NTT baik itu Dinas Peternakan atau gubernur NTT.

REALISASI 2016
Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), merealisasikan pengiriman 18.850 ekor sapi selama 2016 untuk kebutuhan daging sapi di Provinsi DKI Jakarta.

“Kerja sama pemerintah DKI Jakarta dan NTT telah berdampak positif bagi daerah ini karena permintaan pengiriman sapi menggunakan kapal laut terus meningkat setiap tahunnya,” kata Kepala Dinas Peternakan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Obed Laha di Oelamasi, Senin (6/2/2017).

Obet Laha mengatakan, hal itu terkait realisasi pengiriman ternak sapi dari Kabupaten Kupang sebagai tindak lanjut kerja sama pemerintah Provinsi NTT dan DKI Jakarta dalam mendukung kebutuhan daging sapi di daerah khusus ibu kota Jakarta.

Ia mengatakan, sejak adanya kerja sama dua Provinsi itu empat tahun lalu, pengiriman ternak sapi untuk kebutuhan daging sapi segar ke DKI Jakarta terus meningkat setiap tahun.

Dikatakannya, pada 2015 Kabupaten Kupang mendapat kuota pengiriman sapi ke DKI sebanyak 15 ribu ekor.Sedangkan pada 2016 mengirim 18.850 ekor sapi ke DKI Jakarta.

“Setiap tahun Pemkab Kupang mendapat kuota dari pemerintah Provinsi NTT untuk pengiriman sapi ke DKI. Selama dua tahun kuota yang dialokasi itu telah direaliasikan sesuai yang dialokasikan pemerintah Provinsi NTT,” tegasnya.

Sedangkan untuk pengiriman 2017, belum ada penetapan tentang kuota pengiriman sapi yang menjadi kewenangan Kabupaten Kupang untuk kebutuhan daging di Provinsi DKI Jakarta. Menurut dia, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, jumlah populasi sapi di Kabupaten Kupang sampai Januari 2017 sekitar 200 ribu ekor. (gus).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari