Angkasa Pura 2

Meski Tak Ada Regulasi Kemhub Operasional Ojek Harus Diatur

Aksi Polisi KoridorSabtu, 11 Maret 2017
gojek

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pengoperasian ojek baik yang berbasis aplikasi/online maupun ojek pangkalan tetap harus diatur, walaupun tidak ada regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub). Hak-hak dan kepentingan masyarakat harus dilindungi, sekaliugus harus memenuhi prinsip keselamatan dan keamanan transportasi.

“Secara lokal, pemerintah daerah dan polisi setempat bisa mengatur ojek pangkalan dan ojek online secara tersendiri. Contohnya seperti andong di Malioboro tidak diatur dalam undang-undang tapi ada aturan lokal,” jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo melalui siaran pers yang diterima Beritatrans.com di Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Lebih lanjut Sugihardjo menjelaskan, bahwa Kementerian Perhubungan tidak akan mengakomodir ojek baik pangkalan maupun online sebagai angkutan umum resmi di Indonesia. Dalam sistem transportasi, angkutan ojek baik di pangkalan atau online membawa resiko bagi masyarakat dan tidak menguntungkan terhadap sistem transportasi umum.

Menurut Sekjen Kemhub, Ojek yang menggunakan sepeda motor roda 2 dari konstruksi tidak stabil yang rentan kecelakaan sebagai angkutan umum dan tidak ramah cuaca. Dalam sistem transportasi, semakin kecil kendaraan yang digunakan semakin besar biaya yang ditanggung masyarakat. Terhadap sistem transportasi, semakin banyak kendaraan kecil beroperasi di jalan menyebabkan kemacetan karena ruang jalan yang digunakan tidak efektif.

Pangkalan Ojek

Polri dan Pemda agar Bertindak

Menanggapi peristiwa antara angkot dan ojek online di Tangerang beberapa waktu lalu, Sugihardjo menyatakan bahwa pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah agar menangani hal tersebut secara persuasif. Selain itu, Sugihardjo menghimbau agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak berbuat anarkhis, karena hanya akan merugikan masyarakat.

Yang ditegaskan oleh Sugihardjo adalah baik angkutan umum konvensional maupun angkutan berbasis online harus mengutamakan kepentingan masyarakat. “Baik angkutan umum konvensional maupun angkutan berbasis online harus mengutamakan pelayanan kepada pelanggan dan kepentingan masyarakat,” tegas Sugihardjo.

Menanggapi semakin banyaknya angkutan online, Sugihardjo menyatakan bahwa kemajuan teknologi adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Oleh karena itu, Sugihardjo mengatakan, semua penyelenggara angkutan umum harus terus meningkatkan kualitasnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.(helmi)

loading...