Angkasa Pura 2

Begini Horornya Evakuasi Kapal Pesiar Yang Tenggelam Di Lautan Es

DermagaSenin, 13 Maret 2017
Mar Sem Fim

Mar Sem Fim1

CHILI (BeritaTrans.com) – Mar Sem Fim, adalah sebuah kapal pesiar Brasil yang terdampar, hingga tenggelam dan membeku di Maxwell Bay of Ardley Cove, Antartika, sekitar 1.200 kilometer di ujung selatan Amerika Selatan.

Kapal ini tenggelam pada 7 April 2012 lalu, ketika sedang melakukan syuting film dokumenter di lepas pantai Antartika.

Kapal pesiar ini milik jurnalis Brasil terkenal dan pengusaha Joao Lara Mesquita.

Ketika melakukan perjalanan, kapal ini diawaki oleh empat kru.

Dilansir TribunTravel dari Amusing Planet, Sabtu (11/3/17), menurut keterangan salah satu awak, angin yang sangat kencang dan juga gelombang yang tinggi telah mengguncang kapal.

Kapal dalam keadaan terjebak di tengah lautan es dan terombang ambing dari sisi satu ke sisi lainnya.

Bisa dibayangkan, betapa horor dan paniknya waktu itu bukan?

Akibat kejadian ini, tentu saja kapal menghantam beberapa es dan membuatnya tenggelam.

Kru meminta bantuan melalui radio dan diterima oleh Angkatan Laut Chili, di Bahia Fildes.

Walaupun tertunda dua hari karena cuaca buruk, keempat awak akhirnya berhasil diselamatkan.

Namun sayangnya, Mar Sem Fim tidak bisa diselamakan, dan tenggelam sekitar 30 kaki di bawah air.

Kapal ini membeku di bawah air kurang lebih selama satu tahun sebelum diselamatkan pada tahun 2013 silam.

Pemiliknya, Joao Lara Mesquita, bersama tim penyelamat, berhasil mencapai lokasi dimana Mar Sem Fim karam.

Ia bersama tim mengangkat kapal ini menggunakan pelampung raksasa di kedua sisi kapal.

Pelampung yang terus mengembung secara perlahan-lahan mengangkat kapal hingga muncul dari bawah air.

Mar Sem Fim2

Setelah kapal itu muncul, kru segera menarik kapal itu ke tepi pantai dan dalam keadaan cukup baik.

Walaupun sudah terendam lebih dari 10 bulan, bagian kapal masih terlihat utuh dan sepertinya masih bisa diperbaiki.

Kabarnya, kapal ini telah diasuransikan sebesar 700 ribu dolar atau setara Rp 9,3 miliar. (lia).

loading...