Angkasa Pura 2

Kerjasama Indonesia-Korsel, API Resmikan Peralatan Computer Base Interlocking (CBI)

Emplasemen SDMSenin, 13 Maret 2017
API Baruu

MADIUN (Beritatrans.com) – Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun, Jawa Timur bekerja sama dengan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Telkom), lembaga riset Korean Rail Signal Research Association (KRSRA) serta perusahan persinyalan kereta api dari Korea Hyukshin Co.Ltd. meresmikan peralatan praktek persinyalan Computer Based Interlocking (CBI) di Laboratorium Simulasi Persinyalan API Madiun, Kamis (9/3/2017) silam.

Peresmian Peralatan CBI di API Madiun ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Direktur API Madiun Dedy Cahyadi, MT didampingi Direktur Bisnis PT INTI (Persero) Adiaris, Presiden Direktur Hyukshin Co .Ltd. Young Shin Kim PhD serta Presiden Direktur KRSRA Profesor Key-Seo Lee.

Ikut hadir dalam peresmian CBI di API Madiun antara lain Sekretaris Kota (Sekot) Madiun Drs. H. Maidi SH. MM. MPd. Acara peresmian tersebut juga dihadiri tamu undangan dari Ditjen Perkeretaapian, BPSDM Perhubungan, STTD Bekasi, PT LRS, serta PT KAI Daop 7 Madiun.   

API Baru2

Peresmian CBI API menunjukkan salah satu lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perhubungan terus menibgjat dan menunjukkan keseriusannya. API Madiun siap membentuk lulusan yang kompeten, sesuai dengan visinya yaitu menciptakan SDM yang handal, dan berkualitas serta profesional di bidang transportasi perkeretaapian. 

Peralatan CBI merupakan perangkat peralatan persinyalan KA generasi terbaru yang menggunakan elektronik interlocking untuk mengontrol peralatan persinyalan, menggerakan wesel dan automatic train protection (ATP) yang sudah mendapat sertifikasi Safety Integration Level (SIL-4) guna meningkatkan keselamatan operasi kereta api. 

Pada sambutannya pada acara syukuran peresmian peralatan tersebut, Dedi Cahyadi menyampaikan terimakasih kepada KRSRA, Hyuksin Eng, PT INTI dan semua pihak yang membantu dalam penyelesaian peralatan CBI untuk praktek persinyalan taruna di API Madiun.

Dedi juga menyampaikan harapan yang besar akan peningkatan kompetensi lulusan API Madiun, khususnya pada bidang persinyalan.  

Adiaris selaku Direktur Bisnis PT INTI mengungkapkan komitmen untuk terus melakukan riset dan pengembangan teknologi telekomunikasi yang dapat menunjang keamanan dan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian di Indonesia. 

Prof Key-Seo Lee sebagai Pimpinan Lembaga Riset Sinyal Perkeretaapian Korea menyampaikan harapannya bahwa membangun sistem perkeretaapian di Indonesia harus dilakukan sendiri tanpa ketergantungan pada negara lain.

“Kelak anak-anak dapat mengatakan bahwa bapak-bapak kami yang membangun teknologi perkeretaapian di Indonesia ini,” katanya disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu, pegawai dan taruna/i API Madiun yang hadir pada peresmian.  
Ultah ke 60 Korea Hyukshin

Young-shin Kim, Direktur perusahaan Korea Hyukshin Co. Ltd., yang telah memulai usahanya sejak tahun 1955 dan khusus bergerak di bidang persinyalan keretaapi, menyampaikan bahwa pada ulang tahun (ultah)-nya yang ke-60 perusahaan ini berkomitmen ikut membantu pengembangan peralatan persinyalan keretaapi di Indonesia.

API Baru3

“Peralatan CBI di Laboratorium API Madiun ini menjadi salah satu pengembangan riset bersama antara Ministry of Land Infrastructure and Transport Korea bekerjasama dengan Lembaga riset KRSRA, Hyukshin dan PT INTI (Persero),” kata Direktur API Madiun Dedy Cahyadi saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Senin (13/3/2017). 

Dia menambahkan, acara perayaan dan peresmian peralatan praktek tersebut berlangsung dalam suasana hangat, taruna-taruni API Madiun memberikan penampilan terbaik mereka dalam menyambut para hadirin. Salah satunya adalah Tarian Tradisional Jawa Timur serta persembahan lagu-lagu dengan iringan musik Keroncong dari taruna-taruni API Madiun.

Pada peresmian SBI itu, taruni API Madiun mempersembahkan Tarian Jaripah sebagai ucapan Selamat Datang Kepada Para Tamu Undangan ke kampus dan civitas academika API Madiun. Sementara, para taruna mempraktekkan penggunaan peralatan CBI di hadapan tamu undangan.(hms/helmi)