Angkasa Pura 2

Tinggi Minat Siswa Gunakan Angkota Trayek Sekolah Di Tabanan

Koridor SDMSelasa, 14 Maret 2017
IMG-20170313-WA0024

JAKARTA (Beritatrans.com)- Data Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang menyebutkan, minat siswa sangat tinggi menggunakan Angkota dengan trayek angkutan sekolah di daerah Tabanan Bali dan daerah lainnya di Indonesia cukup tinggi. Selain biaya lebih murah, ada banyak keuntungan jika siswa ke sekolah naik angkot atau kendaraan umum lainnya.

“Data tahun 2016 load factor 104% dan tidak semua angkot tergabung dalam program Trans Serasi load factor antara 80 dari 120% dengan tujuan ada sharing penumpang antara yang tergabung dan tidak sehingga tidak terjadi gesekan,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Perkembangan selanjutnya, kata Djoko, untuk meningkatkan efisiensi pada tahun 2016 mulai dilibatkan kendaraan dengan kapasitas yang lebih besar (bus kecil dan bus sedang).

“Keberhasilan dari sisi politis juga menyebabkan program ini dituntut bisa melayani seluruh kecamatan (10) pada tahun 2021. Pada fase saat ini sudah disiapkan ke depannya dimana trayek utama diisi oleh Trans Sarbagita (bus besar), kommuter di kota dengan bus sedang, trayek ranting dgn MPU terintegrasi,” jelas Djoko.

IMG-20170313-WA0021

Dia menambahkan, keberadaan angkot trayek sekolah ini adalah bagaimana meningkatkan pelayanan khususnya pada jam berangkat atau pulang sekolah. “Siswa yang akan berangkat atau pulang sekolah bisa terangkut, dan tetap memberikan pelayanan dengan standar keselamatan dan keamanan yang tinggi,” terang Djoko.

Jadi, menurut akademisi senior itu, angkutan sekolah ini adalah strategi awal untuk pemicu strategi-strategi lain di bidang angkutan umum. Ikut merasa senang karena ada banyak daerah yang mulai mengikuti.

“Mari tetap semangat, terus berbenah dan saling sharing untuk kemajuan angkutan atau transportasi umum,” tegas Djoko.(helmi)

loading...