Angkasa Pura 2

Elia Massa Manik Dilantik Menjadi Dirut Pertamina Gantikan Dwi Sutjipto

Energi FigurKamis, 16 Maret 2017
Eliam Massa Manik1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Elia Massa Manik resmi ditunjuk dan dilantik menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Dwi Soetjipto yang diberhentikan 3 Februari 2017. Penunjukkan Elia Massa Manik oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno orang pertama di BUMN Migas itu setelah emlalui proses panjang dan persaingan ekstra berat tentunya.

Massa Manik dilantik menjadi orang nomor satu di Pertamina berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No: SK-52/MBU/03/2017. Elia Massa Manik adalah alumni ITB Bandung yang lahir di Medan pada tanggal 1 Mei 1965.

Dia mulai berkarir di BUMN ketika menjadi CEO PT Kertas Basuki Rahmat periode 2010-2011. Selanjutnya dia menjadi CEO PT Elnusa Tbk, anak usaha Pertamina, antara 2011 dan 2014.

Pelantikan dan penyerahan SK kepada Massa Manik tersebut disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan, Gatot Trihargo, dan Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Gatot mengatakan Massa Manik ditunjuk menjadi bos baru Pertamina karena dia dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman melakukan transformasi di sejumlah perusahaan. “Elia Massa Manik memiliki latar belakang di sektor energi, perbankan dan agro-industri. Track record-nya membanggakan selama menjadi CEO di sejumlah perusahaan,” kata Gatot.

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, menambahkan Pertamina membutuhkan sosok seperti Massa Manik yang mampu membangun tim kerja yang solid di Pertamina. “Dengan team work yang solid dan membangun komunikasi dengan komisaris, Elia dan jajaran direksi Pertamina bisa mengeksekusi semua program strategis perusahaan dengan baik,” kata Tanri.

Elia Massa Manik mengakui, banyak agenda Pertamina, yang merupakan bagian dari program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi, yang harus dijalankan.

“Semua jajaran Pertamina dari top leader hingga karyawan harus memiliki holistic skill sehingga terbangun jiwa kepemimpinan pada setiap manajer hingga pemimpin puncak,” kata Massa Manik lagi.(bumn/helmi)