Angkasa Pura 2

Pemerintah Perlu Membangun Angkutan Umum, Jangan Kedepankan Ojek

Koridor OtomotifKamis, 16 Maret 2017
Pangkalan Ojek

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sesuai aturan perundang-undangan khususunya UU tentang LLAJ, sepeda motor bukan jenis angkutan umum yang berkeselamatan. Pemerintah perlu menggalakkan transportasi umum massal baik yang berbasis bus atau kereta api (KA) seperti kereta Rel Listrik (KRL), Light Rel ransit (LRT), Mass rapit Transit (MRT) dan lainnya.

“Lebih baik mengembangkan kendaraan roda tiga, seperti bajaj untuk angkutan pedesaan, misalnya. Tidak tepat mengembangkan angkutan umum berbasis kendaraan roda dua seperti Ojek itu,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (16/3/2016).

Bajay, menurut Djoko mempunyai daya angkut lebih besar dan bisa membawa barang. Laju Bajay di jalanan juga tidak tinggi, dan kuat di tanjakan. “Kala hujan tidak, tidak diguyur air. Ketika panas tidak diterpa terik matahari,” sebut Djoko lagi.

Bajaj BBG di Jakarta

Djoko menambahkan, kebijakan Pemkot Solo melarang penggunaan Ojek termasuk yang berbasis online sebagai angkutan umum sudah tepat. Sepeda motor itu termasuk kendaraan yang labil dan kurang memenuhi aspek keselamatan untuk angkutan umum.

“Sudah tepat melarang Ojek di Solo, Jangan membiarkan Kota Solo dipenuhi sepeda motor online. Lebih parah lafi, nanti bisa menjadi Kota Solo ijuluki Kota Gojek,” tegas Djoko.(helmi)