Angkasa Pura 2

ATKP Surabaya Siap Mencetak Teknisi Penerbangan Andal

SDMJumat, 17 Maret 2017
Bassuki - Setiyo2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya siap menerima taruna reguler dan program nondiploma, termasuk kerja sama dengan sejumlah perusahaan atau Pemerintah daerah (Pemda).

Seperti disampaikan Badan Pengembangan SDM Perhubungan melalui akun twitter @kemenhub151 “ATKP Surabaya mencetak SDM teknisi berkualitas di bidang transportasi udara, demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan.”

Kampus penerbangan di Kota Surabaya itu terus meningkatkan kuaiutas da pelayanan diklat kepada tarunanya. Saat ini ATKP Surabaya sdah berkembang dan mengelola sembilan program studi (Prodi) dengan ratusan taruna aktif, serta program nondiploma.

Direktur ATKP Surabaya Ir. Setiyo, MM mengatakan, tahun 2017 ini pihaknya siap menerima taruna baru baik reguler atau nondiploma. Kini mereka masih aktif belajar di kampus ATKP Surabaya di daerah Jemursari, Surabaya.

“Setiap tahun, ada ratsan taruna baru diterima ATKP, terutama melalui jaur reguler. Selain itu, masih ada beberapa program nondiploma yang juga aktif belajar di ATKP Surabaya,” katanya menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (16/3/207) sore.

Data yang dihimpun menyebutkan, saat ini ATKP Surabaya sudah menjain kerja sama diklat dengan PT Batam Aero Teknik, anak perusahaan Lion Air Grup. Sementara, T GMF, anak perusahaan Garuda Indonesia juga banyak merekrut para luusan ATKP, terutama dari rodi Teknik Pesawat Udara (TPU).

Beasiswa Pemkot Surabaya

Sementara, Pemkot Surabaya juga rutin mengirimkan putra terbaiknya untuk belajar di ATKP Surabaya. “Kedua instansi itu banyak mengirimkan taruna beasiswa untuk belajar di ATKP Surabaya. Setelah lulus nanti, mereka akan dikembalikan ke instansi pengirimnya,” kata Setiyo lagi.

Sejak periode awal kepemimpinan Tririsma Harini sebagai Walikota Surabaya, menurut Setiyo, beliau banyak memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaiknya untuk belajar di ATKP Surabaya. Biaya endidikan mereka ditaggung APBD Pemkot Surabaya.

“Setelah lulus nanti, mereka akan diserahkan kembali ke Pemkot Surabaya. Tapi informasi yang diteruma ATKP Surabaya, mereka akhirnya bekerja sesuai bidang kemampuannya termasuk di perusahaan maintenance repair and overhoul (MRO) di Tanah Air. Ini beasiswa murni Pemkot Surabaya dan selanjutnya mereka yang mempunyai kebijakan,” papar Setiyo.

Seperti diketahui, tambah dia, ATKP Surbaya tengah berproses menjadi Politeknik Penerbangan. “Master plann sudah dipaparkan kepada Kepala BPSDM Perhubungan. Targetnya tahun 2017 ini sudah terealsiir menjadi politeknik,” tandas Setiyo.(helmi)